JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA– PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bersama PT Semen Tonasa memperkuat komitmen pelestarian situs prasejarah Bulu Sipong 4 di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Upaya tersebut ditandai dengan peningkatan Indeks Keanekaragaman Hayati (Kehati) di kawasan konservasi hingga 2025.
Leang Bulu Sipong 4 dikenal sebagai lokasi seni cadas tertua di dunia berusia sekitar 44.000 tahun yang menggambarkan adegan perburuan manusia prasejarah. Situs yang berada di area tambang tanah liat PT Semen Tonasa ini menjadi bagian penting dari perlindungan warisan budaya dunia.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, perusahaan menetapkan kawasan Bulu Sipong seluas 31,64 hektare atau 11,3 persen dari total lahan tambang sebagai area konservasi. Langkah tersebut merupakan wujud keseimbangan antara kegiatan industri dan pelestarian lingkungan serta nilai budaya.
“Penetapan kawasan Bulu Sipong sebagai kawasan konservasi menjadi bukti komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan industri dengan lingkungan dan warisan budaya,” ujarnya.
Kawasan ini dikembangkan menjadi Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong sejak 2018 untuk melindungi ekosistem sekaligus situs purbakala. Bulu Sipong 4 juga telah masuk dalam daftar UNESCO Global Geopark melalui Geopark Maros Pangkep berdasarkan keputusan Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-216 pada 2023.
Dalam pengelolaannya, PT Semen Tonasa menggandeng LPPM Universitas Hasanuddin menyusun Cultural Heritage Management Plan sebagai pedoman perlindungan situs. Perusahaan juga bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX untuk pemantauan getaran, kualitas udara, serta pengendalian dampak aktivitas tambang.
Hingga 2025, tercatat 25 jenis flora dengan total 2.898 pohon tumbuh di kawasan tersebut, termasuk eboni, kayu kuku, dan bitti sebagai tanaman endemik lokal. Selain itu, terdapat 41 jenis satwa liar dengan total populasi terpantau 869 ekor, di antaranya monyet dare dan tarsius yang dilindungi.
Vita menyebut, Indeks Kehati Flora meningkat menjadi 1,54 dari 1,38 pada 2020, sedangkan Indeks Kehati Fauna naik menjadi 2,85 dari 2,51 Peningkatan tersebut menunjukkan kawasan Bulu Sipong semakin asri dan berfungsi sebagai pelindung keanekaragaman hayati sekaligus warisan arkeologi.
“Kenaikan nilai Indeks Kehati menjadi indikator bahwa lingkungan di Bulu Sipong semakin terjaga dan mampu menjadi benteng pelindung bagi kelestarian hayati serta situs prasejarah di dalamnya,” katanya.(aln)







