26 C
Semarang
Rabu, 11 Maret 2026

BI Dorong Sumber Pertumbuhan Baru, Pariwisata hingga Industri Hijau Jadi Andalan Jateng


 

 

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG- Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah mendorong lahirnya sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan. Upaya tersebut dibahas dalam forum Road to Pusaka Jateng 2026 di Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah, Rabu (11/3/2026).

 

Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah, M. Noor Nugroho mengatakan, forum Pusaka Jateng menjadi ruang diskusi untuk merumuskan analisis dan rekomendasi kebijakan ekonomi daerah. Forum ini diharapkan menghasilkan gagasan strategis untuk memperkuat perekonomian Jawa Tengah di tengah ketidakpastian global.

 

“Forum ini menjadi wadah untuk membahas perkembangan ekonomi terkini, dampak tantangan global, hingga merumuskan rekomendasi kebijakan bagi perekonomian Jawa Tengah,” katanya.

 

Dijelaskan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen pada 2029 sebagaimana visi Presiden Prabowo Subianto. Target tersebut dinilai ambisius namun tetap bisa dicapai dengan upaya dan strategi yang tepat.

 

“Pertumbuhan 8 persen memang ambisius, tetapi bukan tidak mungkin dicapai jika ada upaya ekstra dan strategi yang tepat dari semua pihak,” ujarnya.

 

Noor Nugroho menyebut, kondisi global saat ini masih diliputi ketidakpastian yang berpotensi memengaruhi ekonomi nasional maupun daerah. Salah satunya konflik geopolitik yang dapat mengganggu distribusi energi dunia dan memicu gejolak pasar keuangan.

Baca juga:  Banyak Cerita di Balik Momen Satu Dekade SIG

 

“Gangguan distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah dapat berdampak pada inflasi global, nilai tukar, hingga kinerja perdagangan Indonesia,” jelasnya.

 

Di tengah tantangan tersebut, perekonomian Jawa Tengah pada triwulan IV 2025 mampu tumbuh 5,84 persen atau menjadi yang tertinggi dalam beberapa periode terakhir. Secara keseluruhan, ekonomi Jawa Tengah sepanjang 2025 tercatat tumbuh 5,37 persen.

 

Dikatakan, pertumbuhan tersebut didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat serta kinerja sektor produksi seperti industri pengolahan, pertanian, perdagangan, dan konstruksi. Kondisi ini menunjukkan fondasi ekonomi Jawa Tengah masih cukup solid.

 

“Industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, dan pertanian tetap menjadi sektor fondasi yang menopang pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah,” ungkapnya.

 

Untuk 2026, BI memperkirakan ekonomi Jawa Tengah tumbuh pada kisaran 5,1 hingga 5,9 persen. Namun proyeksi tersebut tetap dipengaruhi oleh dinamika global, terutama konflik geopolitik yang dapat memicu kenaikan biaya distribusi dan tekanan inflasi.

 

“Risiko global masih cukup besar sehingga proyeksi pertumbuhan tetap harus diwaspadai, terutama jika konflik berkepanjangan dan mengganggu jalur perdagangan,” terangnya.

Baca juga:  Bahaya Bikers Berkendara Melawan Arus

 

Selain sektor fondasi, BI juga melihat pariwisata sebagai salah satu sektor potensial yang dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi Jawa Tengah. Sektor ini dinilai memiliki efek pengganda besar karena keterkaitannya dengan berbagai sektor lain.

 

“Pariwisata memiliki backward dan forward linkage yang panjang sehingga dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi sangat signifikan,” tandasnya.

 

Ia menambahkan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jawa Tengah terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun wisatawan mancanegara masih terkonsentrasi di destinasi tertentu seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

 

“Potensi objek wisata lain di Jawa Tengah masih sangat besar untuk dikembangkan agar kunjungan wisatawan lebih merata,” katanya.

 

Selain pariwisata, BI juga mendorong penguatan ekonomi syariah, industri hijau, serta percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Ketiga sektor tersebut dinilai mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

 

“Dengan pengembangan ekonomi syariah, industri hijau, serta digitalisasi sistem pembayaran, kita berharap pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi tetapi juga berkelanjutan,” pungkasnya.(aln)



TERKINI

Rekomendasi

...