26 C
Semarang
Jumat, 27 Maret 2026

OJK Pastikan Fundamental Perbankan Tetap Solid




JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan kondisi industri perbankan nasional masih solid di tengah dinamika global. Kinerja perbankan juga tercatat tetap tumbuh positif hingga awal 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjelaskan, revisi outlook negatif terhadap sejumlah bank besar bukan dipicu faktor fundamental. Penilaian tersebut lebih dipengaruhi perubahan outlook sovereign Indonesia serta dinamika makroekonomi global.

“Pada dasarnya kondisi industri perbankan nasional berada dalam kondisi yang positif, dengan pertumbuhan kredit pada Januari 2026 sebesar 9,96 persen (yoy) sejalan dengan pertumbuhan DPK sebesar 13,48 persen (yoy),” katanya.

Menurutnya, indikator perbankan juga menunjukkan kondisi yang sehat dan terjaga. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) yang rendah serta permodalan dan likuiditas yang kuat.


Selain itu, rasio NPL tercatat 2,14 persen dengan permodalan sebesar 25,87 persen. Likuiditas juga memadai dengan rasio AL/NCD, AL/DPK, dan LCR masing-masing 121,23 persen, 27,54 persen, dan 197,92 persen.

Baca juga:  LG Pamerkan Robot Rumah CLOiD di CES 2026

Dijelaskan, kinerja bank-bank besar termasuk kelompok Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tetap berada pada level kuat. Rasio permodalan dan likuiditas dinilai cukup untuk mengantisipasi berbagai potensi risiko ke depan.

Lebih lanjut, pertumbuhan kredit bank KBMI 4 dan Himbara tercatat double digit. Masing-masing tumbuh 13,34 persen dan 13,43 persen dengan dukungan pertumbuhan DPK sebesar 16,32 persen dan 16,38 persen.

Ditambahkan, ketahanan permodalan juga sangat kuat dengan rasio CAR Himbara sebesar 20,32 persen. Sementara itu, CAR KBMI 4 berada di level 22,33 persen yang memberikan ruang ekspansi bisnis.

Dari sisi kualitas aset, rasio NPL gross berada pada kisaran kurang dari 1 persen hingga 3 persen. Loan at Risk (LaR) juga tetap terkendali dengan dukungan pencadangan yang memadai.

Sepanjang 2025, bank KBMI 4 dan Himbara juga mencatatkan laba yang baik. Kinerja tersebut mencerminkan keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi, dan penguatan manajemen risiko.

Baca juga:  Dukung Komitmen Listrik untuk Rakyat, PLN Berikan Edukasi Ketenagalistrikan pada Generasi Muda

Di tengah ketidakpastian global, Himbara tetap menjalankan fungsi intermediasi secara stabil. Peran strategis juga terus ditunjukkan dalam mendukung pembiayaan sektor riil dan program prioritas pemerintah.

OJK menegaskan akan terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan. Langkah ini untuk memastikan bank tetap menjalankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.

Ditegaskan, penyesuaian outlook oleh lembaga pemeringkat tidak secara langsung memengaruhi kemampuan pendanaan bank. Peringkat kredit bank KBMI 4 dan Himbara juga masih berada pada level investment grade.
Sementara itu, struktur pendanaan perbankan nasional masih didominasi dana domestik. Ketergantungan terhadap pendanaan eksternal dinilai relatif terbatas.

“OJK bersama-sama dengan pemangku kepentingan lainnya, terutama anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), akan terus mengawal serta menjaga stabilitas sistem keuangan melalui koordinasi kebijakan dan penguatan pengawasan,” ujarnya.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...