33 C
Semarang
Rabu, 1 April 2026

SIG Catat Laba di Tengah Tekanan Industri Semen 2025




JATENGPOS.CO.ID,  JAKARTA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 meski industri bahan bangunan mengalami perlambatan. Perusahaan tetap membukukan laba dengan menjaga strategi bisnis dan efisiensi operasional.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, perseroan konsisten menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025. Strategi difokuskan pada penguatan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi portofolio produk.

“Disiplin menjalankan transformasi bisnis membuat SIG lebih adaptif dan mampu mempertahankan profitabilitas di tengah kondisi industri yang menantang,” ujarnya.

Sepanjang 2025, SIG mencatat volume penjualan sebesar 37,93 juta ton dengan pendapatan Rp35,24 triliun. EBITDA tercatat Rp4,49 triliun, sementara laba tahun berjalan sebesar Rp191 miliar.


Baca juga:  Garuda Indonesia Siap Bantu Ahmad Luthfi Promosikan Produk Wisata Jawa Tengah

“Perbaikan penjualan domestik pada kuartal tiga dan empat turut menopang kinerja sepanjang tahun,” katanya.

Di pasar regional, SIG mencatatkan penjualan 7,95 juta ton atau tumbuh 14,3 persen secara tahunan. Kinerja ini menjadi penopang di tengah pasar domestik yang masih melambat.

“Optimalisasi pasar regional menjadi salah satu kunci menjaga kinerja tetap positif,” jelasnya.

Dari sisi efisiensi, perusahaan berhasil menekan beban pokok pendapatan dan biaya usaha. Selain itu, biaya keuangan bersih juga turun signifikan sehingga memperkuat struktur keuangan.

“Efisiensi dan operational excellence terus kami dorong untuk menjaga daya saing perusahaan,” ungkapnya.

SIG juga menyiapkan ekspansi melalui proyek pengembangan fasilitas ekspor di Tuban, Jawa Timur. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026 dengan kapasitas hingga 1 juta ton per tahun.

Baca juga:  FORU Siap Hadapi Kebangkitan Industri Komunikasi 2022

“Kami menargetkan ekspor mulai berjalan pada 2026 sebagai bagian dari strategi pertumbuhan,” katanya.

Selain kinerja bisnis, SIG juga mencatat peningkatan pada aspek keberlanjutan. Perusahaan berhasil menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca serta meningkatkan penggunaan energi alternatif.

“Kinerja keberlanjutan menjadi bagian penting yang berjalan seiring dengan kinerja bisnis,” tegasnya.

Ia menambahkan komitmen terhadap keberlanjutan menjadi keunggulan kompetitif perusahaan. Hal ini membuat SIG lebih siap menghadapi dinamika industri dan tantangan global.

“Keberlanjutan bukan hanya tanggung jawab, tetapi juga menjadi kekuatan dalam menjaga daya saing perusahaan,” pungkasnya.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...