33.4 C
Semarang
Kamis, 2 April 2026

RSI Sultan Agung Kembangkan Layanan Secretome dan Stem Cell, Biaya Mulai Rp2 Jutaan




JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG –  RSI Sultan Agung Semarang terus mengembangkan layanan kedokteran regeneratif melalui terapi stem cell dan secretome sebagai solusi pemulihan fungsi tubuh. Layanan ini menjadi alternatif penanganan berbagai keluhan nyeri dan gangguan jaringan secara lebih modern.

Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, dr. Agus Ujianto, M.Si.Med, Sp.B, menyebut terapi ini menitikberatkan pada kemampuan tubuh untuk memperbaiki dirinya sendiri.

“Pendekatannya bukan hanya mengurangi gejala, tetapi memperbaiki jaringan tubuh yang mengalami kerusakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, stem cell atau sel punca memiliki kemampuan berkembang menjadi berbagai jenis sel yang dibutuhkan tubuh. Sementara itu, secretome merupakan hasil turunan stem cell yang mengandung faktor pertumbuhan dan sinyal biologis untuk merangsang regenerasi sel.


“Secretome ini yang banyak digunakan karena lebih praktis dan langsung bekerja membantu proses penyembuhan,” jelasnya.

Baca juga:  Telkomsel Hadirkan Akses Pengalaman 5G Pertama di Papua

Dalam penerapannya, pasien harus melalui tahapan konsultasi dan pemeriksaan medis terlebih dahulu untuk menentukan jenis terapi yang sesuai. Setelah itu, tindakan dilakukan melalui suntikan pada area yang mengalami gangguan atau nyeri.

“Prosedurnya relatif cepat, tidak operasi besar, dan pasien umumnya bisa langsung beraktivitas kembali,” tegasnya.

Ia menambahkan, terapi ini bersifat personal karena setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda. Untuk kasus ringan, bahkan cukup dilakukan satu kali tindakan.

“Kadang untuk keluhan ringan, sekali suntik sudah terasa enak dan tidak perlu pengulangan,” katanya.

Terkait biaya, layanan secretome di RSI Sultan Agung tergolong lebih terjangkau dibanding stem cell.

“Biaya secretome mulai sekitar Rp2 jutaan sampai Rp3,5 jutaan sekali suntik, tergantung kondisi dan kebutuhan pasien,” ungkapnya.

Salah satu pasien, Totok (52), mengaku terbantu setelah menjalani terapi untuk keluhan nyeri leher yang sering kambuh.

Baca juga:  Inilah Sederet Keuntungan Pakai Mobil Listrik

“Leher saya dulu sering nyeri tengeng. Setelah sekali suntik secretome, sampai sekarang tidak pernah kambuh lagi,” katanya.

Testimoni serupa disampaikan Karindra (43) yang menderita osteoartritis grade 2 selama tiga tahun dengan keluhan nyeri lutut. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan naik tangga hingga tidak mampu salat berdiri.

“Setelah sekali suntik, dalam 30 menit nyeri yang sudah tiga tahun hilang. Sekarang saya bisa salat berdiri tanpa nyeri,” ujarnya.

Pengalaman pasien tersebut menunjukkan potensi terapi regeneratif dalam membantu mengatasi keluhan nyeri dan gangguan sendi. Meski demikian, dr. Agus menegaskan terapi ini tetap harus melalui evaluasi medis yang tepat.

“Ini bagian dari terapi komprehensif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, bukan pengobatan instan,” pungkasnya.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...