27.1 C
Semarang
Jumat, 10 April 2026

Reksa Dana Tumbuh Pesat, OJK Dorong Literasi Investor Pemula




JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG –  Industri reksa dana nasional mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang 2025 dengan dana kelolaan (asset under management/AUM) mencapai Rp679,24 triliun. Angka ini meningkat 35,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo mengatakan, peningkatan tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap instrumen investasi. Namun di tengah kemudahan akses, literasi keuangan dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

“Reksa dana, khususnya pasar uang, dapat menjadi pintu masuk bagi investor pemula, namun masyarakat harus memastikan produk yang dipilih legal dan diawasi OJK,” tegasnya.

Total dana kelolaan investasi juga meningkat menjadi Rp1.007,65 triliun atau naik 25,19 persen. Capaian ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir setelah sebelumnya pertumbuhan industri cenderung stagnan.


Dari sisi kinerja, reksa dana saham mencatat return tertinggi sebesar 17,23 persen, diikuti reksa dana campuran 12,48 persen, pendapatan tetap 6,96 persen, dan pasar uang 3,18 persen. Kinerja ini sejalan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 22,13 persen sepanjang 2025.

Baca juga:  RSUD Sultan Fatah Demak Pastikan Peserta JKN Tak Antri Lama

Hidayat menambahkan sinergi antara regulator, pelaku industri, media, dan komunitas menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem investasi yang sehat. Upaya ini penting untuk melindungi masyarakat dari maraknya investasi ilegal.

“Dengan kolaborasi yang kuat, industri bisa tumbuh sehat sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026) Gresia Kusyanto menyampaikan pertumbuhan investor juga menunjukkan tren positif. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor mencapai 19,2 juta hingga akhir 2025.

“Sebanyak 54,24 persen investor berasal dari generasi muda di bawah 30 tahun. Ini menjadi peluang besar untuk memperluas pasar investasi ke depan,” katanya.

Baca juga:  Pebalap Belia Astra Honda Bikin Bangga di Thailand

Untuk mendorong tren tersebut, APRDI bersama OJK dan Self Regulatory Organization (SRO) menggelar SOSEDU APRDI 2026 sebagai bagian dari rangkaian “Road to Pekan Reksa Dana 2026”. Program ini difokuskan pada peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

“Kami mengemas kegiatan secara edukatif dan interaktif, mulai dari kelas reksa dana, lomba penulisan, hingga kompetisi konten kreatif agar lebih dekat dengan generasi muda,” jelasnya.

Di Semarang, kegiatan digelar pada 9 April 2026 di Kantor OJK Jawa Tengah serta sejumlah perguruan tinggi. APRDI juga mengadakan lomba nasional dengan total hadiah Rp55 juta bagi jurnalis dan mahasiswa.

Sebagai puncak rangkaian, Pekan Reksa Dana 2026 akan digelar pada 27 April di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Pada kegiatan tersebut juga akan diluncurkan program PINTAR Reksa Dana dan kampanye #ReksaDanaAja.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...