29.5 C
Semarang
Senin, 13 April 2026

Terapi Sel Autolog Buka Harapan Baru Penyembuhan Penyakit Paru




JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Berbagai penyakit paru, baik akut maupun kronis, masih menjadi tantangan besar di dunia medis karena kerusakan jaringan paru yang kerap bersifat permanen. Namun, perkembangan kedokteran regeneratif mulai menghadirkan harapan baru melalui terapi sel autolog untuk memulihkan fungsi pernapasan.

Praktisi Kedokteran Regeneratif, dr. Agus Ujianto, Sp.B., M.Si., Med. menyebutkan, terapi ini memanfaatkan sel dari tubuh pasien sendiri yang diproses dengan manipulasi minimal. Pendekatan tersebut dinilai lebih aman karena sistem imun tubuh mengenali sel sebagai bagian dari diri sendiri.

“Terapi ini secara mutlak mengeliminasi risiko penolakan imunologis seperti Graft-versus-Host Disease yang kerap terjadi pada transplantasi dari donor luar,” ujarnya.

Baca juga:  Mitsubishi Motors Perkenalkan New Pajero Sport

Ia menjelaskan, terapi ini bekerja menyesuaikan dengan penyebab penyakit paru yang beragam, mulai dari infeksi, autoimun, hingga degeneratif. Sel autolog mampu membantu memperbaiki jaringan paru melalui mekanisme biologis alami.


“Pada kasus peradangan seperti asma dan autoimun, sel akan melepaskan sitokin anti-inflamasi untuk meredakan inflamasi kronis di saluran napas,” jelasnya.

Selain itu, pada kerusakan jaringan akibat trauma atau bekas infeksi seperti tuberkulosis, terapi ini merangsang regenerasi sel paru. Proses tersebut terjadi melalui stimulasi pembentukan pembuluh darah baru dan perbaikan jaringan alveolus.

“Sel akan memicu angiogenesis melalui faktor pertumbuhan, sehingga membantu pemulihan struktur paru yang rusak,” katanya.

Ia menambahkan, terapi sel autolog juga berpotensi digunakan sebagai terapi pendamping pada kasus tumor paru. Pendekatan ini difokuskan untuk memperbaiki kondisi tubuh pasien setelah menjalani terapi utama seperti kemoterapi atau radiasi.

Baca juga:  BI Jateng Perkuat Sinergi dengan Pemkab Jepara

“Terapi ini bukan untuk membunuh kanker secara langsung, tetapi memperkuat sistem imun dan memperbaiki jaringan sehat di sekitar tumor,” ungkapnya.

Menurutnya, kekhawatiran terhadap efek samping pada paru tidak terbukti signifikan. Justru, terapi ini dinilai mampu meningkatkan kualitas fungsi paru secara bertahap.

“Intervensi ini membantu meningkatkan kapasitas pertukaran oksigen dan memperbaiki kualitas jaringan paru tanpa efek samping sistemik yang merugikan,” tandasnya.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...