JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA- PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk menuntaskan Kompetisi Modal Pintar Sisternet 2026 dengan menyalurkan total Rp200 juta kepada UMKM perempuan terpilih. Program ini menjadi upaya mendorong pelaku usaha perempuan naik kelas hingga mampu menembus pasar global.
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys mengatakan, program ini tidak sekadar kompetisi, tetapi inkubasi bisnis berkelanjutan. Ia menjelaskan pembinaan dilakukan untuk memperkuat kapasitas usaha dari sisi finansial hingga kesiapan ekspor.
“KMP 2026 dirancang tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi sebagai program inkubasi yang mendorong kesiapan bisnis perempuan untuk tumbuh berkelanjutan,” katanya.
Dijelaskan, program ini telah berlangsung lebih dari tiga bulan sejak tahap pendaftaran hingga grand final. Sepanjang proses tersebut, tercatat lebih dari 33.000 pendaftar dari seluruh Indonesia.
“Kami melihat potensi besar dari para pelaku UMKM perempuan di Indonesia,” jelasnya.
Ditambahkan, sebanyak 25 finalis terpilih mengikuti mentoring dan advisory selama sekitar 10 minggu bersama praktisi industri. Pada tahap akhir, peserta mempresentasikan rencana bisnis di hadapan dewan juri.
“Peserta dinilai dari model bisnis, strategi pemasaran, hingga kesiapan ekspansi termasuk go export,” tambahnya.
Menurutnya, pemenang kompetisi ditetapkan berdasarkan penilaian menyeluruh juri independen. Juara pertama diraih Zaqia Yuliana Pratiwi dari Bogor yang memperoleh modal usaha Rp45 juta.
“Total hadiah Rp200 juta diserahkan kepada para pemenang sebagai dukungan pengembangan usaha,” ungkapnya.
Dikatakan, pengumuman pemenang menjadi bagian dari rangkaian XLSMART Day di ICE BSD. Kegiatan ini juga menghadirkan berbagai aktivitas interaktif dan program pemberdayaan UMKM.
“Acara ini menjadi momentum kebersamaan sekaligus showcase berbagai inisiatif perusahaan,” ujarnya.
Dituturkan, program KMP 2026 menghadirkan penguatan dibanding tahun sebelumnya dengan kurikulum lebih komprehensif. Fokus utama diarahkan pada kesiapan ekspansi pasar global melalui tema go export.
“Pendekatan ini memastikan pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan dampak sosial yang positif,” tuturnya.
Menurutnya, program ini juga didukung platform digital Sisternet yang menyediakan akses pembelajaran terintegrasi. Peserta dapat memanfaatkan berbagai fitur untuk mengembangkan kapasitas usaha secara berkelanjutan.
“Ke depan, kami akan terus memperluas jangkauan program pemberdayaan berbasis digital,” pungkasnya.(aln)













