33.5 C
Semarang
Jumat, 8 Mei 2026

UMKM Grande 2026 Jadi Panggung UMKM Perempuan Jateng Tembus Pasar Dunia




 

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG- UMKM Grande 2026 di Atrium Mal Paragon Semarang menjadi ajang penguatan peran perempuan sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan di Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung 7-11 Mei 2026 itu mengusung tema “Green, Kerakyatan, Digital, Ekspor, Tumbuh Tangguh dan Mendunia”.

 

Wakil Ketua II Dekranas Pusat, Sri Suparni Bahlil mengatakan, perempuan kini memiliki peran besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor UMKM. Menurutnya, banyak usaha rumahan yang berkembang menjadi sumber penghasilan keluarga hingga membuka lapangan pekerjaan baru.

 

“Ketika perempuan diberdayakan maka sesungguhnya masa depan bangsa sedang dipersiapkan,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

 

Ia menyebut, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto nasional mencapai lebih dari 60 persen dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Kondisi itu membuktikan UMKM menjadi sektor paling tangguh saat menghadapi tekanan ekonomi, termasuk ketika pandemi Covid-19.

 

Sri Suparni juga mengapresiasi langkah Bank Indonesia Jawa Tengah yang menghadirkan business matching bersama buyer luar negeri. Menurutnya, upaya tersebut membuka peluang lebih luas bagi produk UMKM Jawa Tengah untuk menembus pasar ekspor.

Baca juga:  Airlangga: Idul Adha Mengajarkan Soal Berkorban dan Berbagi

 

“Kegiatan ini menjadi ruang bagi pengusaha UMKM untuk saling bersinergi, memperluas jaringan, membuka peluang pasar dan tumbuh bersama dalam semangat kolaborasi,” katanya.

 

Ia menilai, kekuatan produk UMKM Indonesia terletak pada identitas budaya yang melekat dalam setiap karya, terutama sektor wastra Nusantara. Batik, songket hingga ulos disebut bukan sekadar produk ekonomi, melainkan memiliki cerita dan filosofi budaya yang kuat.

 

“Wastra Nusantara memiliki ruh dan karakter yang sangat kuat. Kekuatan produk Indonesia justru terletak pada cerita dan nilai budaya yang dimilikinya,” tandasnya.

 

Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin mengatakan, UMKM menjadi fondasi penting pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyebut jutaan UMKM di Jawa Tengah mampu bertahan karena cepat beradaptasi terhadap perubahan dan digitalisasi usaha.

 

“Yang bertahan itu bukan UMKM yang besar, tetapi UMKM yang cepat adaptif terhadap perubahan dan mau terus belajar,” ucapnya.

 

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai 5,89 persen atau berada di atas rata-rata nasional. Capaian itu ditopang sekitar 4,4 juta UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Baca juga:  Sekolah Sungai Siluk Binaan PLN Gelar Sekolah Kejar Paket C

 

Nawal menambahkan, nilai ekspor kerajinan Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai 429,68 juta dolar AS dengan produk unggulan berupa kerajinan kayu, anyaman dan berbasis kertas. Selain itu, penyaluran kredit UMKM di Jawa Tengah juga telah mencapai Rp361,36 triliun.

 

“Mari kita naikkan positioning UMKM Jawa Tengah dari produk lokal menjadi brand global dengan identitas budaya yang kuat dan kualitas bertaraf dunia,” tegasnya.

 

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Andi Reinasari menjelaskan, UMKM Grande 2026 menghadirkan 90 UMKM unggulan dari sektor wastra, aksesori, kuliner hingga kopi. Kegiatan itu juga menjadi bentuk sinergi BI bersama Dekranasda dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat kapasitas usaha pelaku UMKM.

 

“Sinergi ini menjadi kunci untuk memperkuat produk wastra Jawa Tengah agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” jelasnya.

 

Selain pameran produk, UMKM Grande 2026 juga diramaikan workshop, business matching, edukasi keberlanjutan, fashion show wastra Nusantara hingga pertunjukan kreatif karya UMKM Jawa Tengah.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...