33.4 C
Semarang
Selasa, 12 Mei 2026

Dampingi Putrinya Lawan Leukimia, Eva Bersyukur Terdaftar JKN Yang Dibiayai Pemkot Semarang




JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG-  Kesehatan merupakan aset terpenting setiap keluarga, untuk itu Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hadir memberikan akses layanan yang mudah, cepat, dan setara dengan prinsip gotong royong memastikan setiap keluarga terlindungi dan tetap terjaga.

Layaknya Eva Setiawati (35) seorang Ibu Rumah Tangga asal Gunung Pati, Kota Semarang ini merasakan manfaat Program JKN ketika anak semata wayangnya, Azalea Malika Khairuniswa (6) mengidap penyakit leukimia.

“Azalea itu anaknya ceria, dari kecil jarang sakit, tiba-tiba akhir september 2023 sekitar umur tiga tahun mulai muncul gejala panas tinggi berhari-hari dan tidak mereda,” ucap Eva, saat ditemui pada Jumat (8/5/2026).

Tawa Azalea perlahan tak pernah lagi terdengar memecah keheningan, senyum ceriapun mulai memudar dari wajah mungilnya, ditambah tubuh yang lemas dan pucat membuat Eva segera membawa putrinya untuk berobat.

“Pertama saya bawa ke puskesmas, setelah diperiksa ternyata hemoglobinnya (Hb) sangat rendah sampai angka lima, dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Kariadi untuk transfusi,” tambahnya.

Baca juga:  Survei: Dinilai Paling Berintegritas, Elektabilitas Airlangga Teratas

Sempat membaik setelah transfusi pertama. tiga minggu kemudian gejala yang sama kembali muncul di diri Azalea. Badan kecilnya kembali lemas dan memucat. Berbeda dengan sebelumnya, setelah pemeriksaan lanjutan kali ini barulah sang anak divonis terkena leukimia hingga harus menjalani kemoterapi.

“Saat awal sakit saya kira panas biasa, setelah tau rasanya sedih, sebagai seorang ibu pasti hati rasanya hancur, tidak terbayang kenapa bisa sampai terkena leukimia,” ujarnya sambil menghela nafas.

Dua tahun sudah Eva mendampingi putri semata wayangnya menjalani perawatan penyakit leukimia, terdaftar sebagai peserta program JKN pada segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) dengan skema Universal Health Coverage (UHC) yang dibiayai oleh Pemerintah Kota Semarang membuat dirinya merasa lega.

“Dulu sempat was-was soal biaya pengobatan, apalagi penghasilan suami yang tidak menentu, jadi adanya BPJS Kesehatan dan UHC ini, sangat membantu biaya pengobatan anak saya,” jelasnya.

Baca juga:  Pertama di Indonesia! PLN Bangun Konstruksi Jaringan Kabel Bawah Tanah Kawasan Kampus UGM Yogyakarta

Kemudahan akses layanan kesehatan selalu ia rasakan, baik dari puskesmas hingga ke rumah sakit tidak pernah ada kendala. Mulai dari administrasi hingga biaya tindakan dan obat-obatan tak pernah sekalipun ia merogoh kocek sendiri.

“Bersyukur ada yang bisa menjamin selama ini, jika memikirkan biaya pastinya berat. Alhamdulillah senang, pihak rumah sakitpun juga menyarankan untuk menggunakan JKN karena biaya pastinya tidak sedikit,” ungkap Eva.

Perlahan tubuh Azalea sudah berangsur membaik, senyum cerianya mulai kembali muncul di wajahnya. Bak teman sebayanya yang lain, kini ia sudah dapat beraktivitas seperti biasanya. Namun bagi Eva, ia tetap memantau sang anak karena hingga kini masih harus menjalani kemoterapi setiap enam minggu sekali.

“Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan rasa syukur dan terbantunya keluarga saya. Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan, Pemerintah Kota Semarang, dokter dan perawat, serta peserta JKN,” tutupnya.(aln)




TERKINI

Arsenal Juara EPL




Rekomendasi

...

Pengusaha Butuh Adaptasi Untuk Bertahan

PLN Operasikan PLTGU Tambak Lorok 779 MW

Jaringan XL Axiata Siap Dukung F1 Powerboat...

CMK Apresiasi Program Gebyar Traveloka

Bank Bjb Raih Penghargaan Bank Terbaik 2021...