JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Sekolah Ciputra Kasih Semarang memperluas fasilitas pendidikan dengan mengenalkan gedung baru tahap kedua. Penambahan gedung dilakukan untuk menjawab lonjakan jumlah siswa dalam empat tahun terakhir.
Gedung baru tersebut memiliki 12 ruang kelas dengan kapasitas mencapai 360 siswa. Fasilitas itu diprioritaskan untuk mendukung kegiatan belajar jenjang SMA.
School General Manager 2 Sekolah Ciputra Kasih Semarang, Fenny Sukamto SPsi MM mengatakan, kapasitas ruang belajar di gedung lama sudah penuh. Karena itu sekolah membutuhkan perluasan fasilitas memasuki tahun kelima operasional.
“Memasuki tahun kelima, kami membutuhkan gedung baru untuk perluasan,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Dia menyebut gedung baru mulai digunakan pada Juli mendatang bersamaan tahun ajaran baru. Seluruh sarana prasarana dan perekrutan tenaga pengajar juga terus dipersiapkan.
“Kelas yang sekarang sudah penuh, jadi kami harus punya gedung kedua. Juli nanti gedung baru ini sudah pasti terpakai,” katanya.
Peresmian gedung baru dilakukan bersamaan dengan kegiatan Family Day yang melibatkan siswa, orang tua, guru, hingga manajemen sekolah. Acara turut dihadiri Board of Executive Director Ciputra Education Foundation, Prof Denny Bernardus.
Head of School Sekolah Ciputra Kasih Semarang, Vincencia Harsanti menjelaskan, Family Day mengangkat tema budaya Kota Semarang. Kegiatan diawali iring-iringan warak endog sebagai simbol budaya khas Semarang.
“Dalam Family Day, sekolah mengangkat tema budaya Kota Semarang,” katanya.
Peserta juga diajak mengikuti permainan tradisional seperti dakon, bola bekel, dan engklek. Sekolah turut menghadirkan permainan berbasis smart board untuk mengenalkan ikon dan lokasi bersejarah di Kota Semarang.
“Momen ini kami harapkan dapat menjadi sarana mempererat hubungan antara sekolah, siswa, dan orang tua sekaligus mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda,” imbuhnya.
Prof Denny Bernardus menambahkan, jumlah siswa Sekolah Ciputra Kasih Semarang terus meningkat sejak mulai beroperasi pada 2022. Dari kurang dari 50 siswa, kini jumlahnya mencapai 332 siswa.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut menjadikan sekolah ini sebagai salah satu unit pendidikan dengan perkembangan tercepat di jaringan Ciputra Education Foundation. Selain ruang kelas, gedung baru juga dilengkapi ruang audio visual dan ruang OSIS.
“Yang kami yakini itu kualitas pembelajaran dan servis pelayanan. Tidak hanya kepada siswa, tetapi juga orang tua,” katanya.
Sekolah juga mulai memperkuat layanan digital bagi orang tua murid. Melalui ponsel, orang tua dapat memantau nilai hingga absensi siswa secara langsung.(aln)













