Menghubungkan Generasi, Melayani Negeri, 31 Tahun Telkomsel Menjawab Perubahan Zaman


 

JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Di sebuah ruangan kecil di Kota Semarang, Haris Effendi (50), membuka kembali pesan lama di ponselnya yang berisi deretan SMS. Momen itu mengingatkannya pada masa ketika komunikasi jarak jauh masih terbatas pada pesan singkat dan panggilan suara.

Haris menjadi pelanggan Telkomsel sejak era simPATI dan menyaksikan langsung perubahan besar cara masyarakat berkomunikasi. Dari layanan sederhana berbasis suara dan SMS, hingga kini serba digital dalam genggaman.

“Dulu saya pakai HP hanya untuk SMS dan telepon saja. Sekarang hampir semua aktivitas sudah lewat internet, dan Telkomsel ikut berkembang mengikuti kebutuhan itu,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).


Bagi Haris, perubahan tersebut terasa bertahap dan konsisten seiring perkembangan teknologi. Ia menilai Telkomsel tetap hadir dan relevan di setiap fase perubahan hidup penggunanya.

Berbeda generasi dengan Haris, jurnalis Jateng Pos, Alin (43), justru merasakan perjalanan panjang Telkomsel sejak pertama kali mengenal ponsel. Sejak awal menggunakan simPATI, ia sudah bergantung pada Telkomsel untuk menunjang aktivitas sekolah hingga kuliah, dan kerja.

Bagi Alin, konektivitas bukan hanya soal komunikasi, tetapi juga menjadi penopang aktivitas belajar dan awal kariernya di dunia jurnalistik. Dari mencari informasi, mengirim naskah, hingga meliput di lapangan, semua berjalan seiring perkembangan jaringan Telkomsel.

“Sejak pertama kali pegang handphone, saya sudah pakai simPATI Telkomsel. Waktu sekolah, kuliah, sampai jadi jurnalis sekarang, semuanya terbantu dengan jaringan Telkomsel yang terus berkembang,” ujarnya.

Alin, menilai Telkomsel bukan hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga tumbuh bersama penggunanya. Ia merasakan bagaimana kebutuhan komunikasi dan kerja jurnalistik semakin mudah seiring meningkatnya kualitas layanan.

Baca juga:  PO JRG Luncurkan 12 Bus Suite Class AKAP

Di sisi lain, Rara (21), sedang duduk di sebuah Coffee Shop, dengan laptop terbuka penuh tab jurnal internasional. Ia tengah menyelesaikan tugas kuliah yang sepenuhnya bergantung pada akses digital.

Sebagai mahasiswa, Rara merasakan Telkomsel sebagai bagian dari aktivitas belajarnya sehari-hari. Konektivitas tidak lagi sekadar fasilitas, tetapi menjadi ruang untuk mengakses ilmu tanpa batas.

“Saya pakai Telkomsel untuk cari jurnal, ikut kelas online, dan diskusi dengan dosen. Rasanya semua jadi lebih mudah dan cepat untuk belajar,” kata Rara, mahasiswi Fakultas Hubungan Internasional Universitas Diponegoro Semarang.

Menurut Rara, akses digital membuat kesempatan belajar menjadi lebih terbuka bagi generasi muda. Ia merasa Telkomsel membantu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih fleksibel.

Sementara itu, Aditya (35), warga Karangayu, Semarang, yang berprofesi sebagai konsultan bisnis harus berpindah kota dengan ritme kerja yang padat. Di tengah mobilitas itu, ia tetap bergantung pada konektivitas untuk menjaga produktivitas.

Baginya, koneksi yang stabil menjadi kebutuhan utama dalam pekerjaan yang serba real time. Mulai dari rapat virtual, koordinasi tim, hingga pengiriman dokumen harus berjalan tanpa hambatan.

“Sebagai profesional, saya butuh koneksi yang bisa diandalkan kapan saja. Telkomsel membantu saya tetap produktif meski sedang tidak berada di kantor,” ungkapnya.

Aditya menilai, layanan yang terus berkembang membuat pekerjaannya lebih fleksibel. Ia merasa terbantu karena tetap bisa terhubung di berbagai situasi.

Keempat kisah itu menunjukkan bagaimana kebutuhan pelanggan terus berubah seiring waktu. Namun satu hal yang tetap sama adalah peran Telkomsel dalam menjaga mereka tetap terhubung.

Baca juga:  Antisipasi Banjir, Stasiun Tawang Siapkan 16 Pompa Air

Selama 31 tahun, Telkomsel tumbuh bersama masyarakat Indonesia dari era SMS hingga era kecerdasan buatan. Perjalanan itu tidak hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana perusahaan terus menyesuaikan diri dengan kehidupan penggunanya.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho mengatakan, kepercayaan pelanggan menjadi fondasi utama perusahaan hingga saat ini. Ia menyebut Telkomsel terus mendorong inovasi agar layanan semakin relevan dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Di usia 31 tahun ini, kami bersyukur atas kepercayaan pelanggan yang memungkinkan Telkomsel terus berkembang sebagai pemimpin industri telekomunikasi digital di Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan berbasis pelanggan menjadi kunci di tengah perkembangan teknologi dan AI. Karena itu, Telkomsel berfokus menghadirkan layanan yang lebih personal, aman, dan mudah diakses.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan Hyper 5G, MyTelkomsel Super App, integrasi IndiHome B2C, serta pemanfaatan AI seperti Autonomous Network dan Virtual Assistant Veronika. Semua itu dirancang untuk mendukung kebutuhan pelanggan yang semakin digital.

Telkomsel juga memperluas layanan hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai bagian dari pemerataan akses digital di Indonesia. Hal ini menjadi wujud komitmen untuk melayani seluruh lapisan masyarakat.

Dari SMS sederhana hingga AI, dari layar ponsel lawas hingga ekosistem digital modern, perjalanan Telkomsel menunjukkan satu hal. Koneksi bukan hanya tentang jaringan, tetapi tentang bagaimana perusahaan terus melayani sepenuh hati di setiap generasi.(Aning Karindra)


TERKINI

Rekomendasi

...