Dua Dekade Menunggu Cahaya, Kini Rumah Eyang Munarti Terang Benderang

Berkat Sambungan Gratis dari PLN UID Jateng


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN – Selama hampir 20 tahun, malam selalu datang lebih cepat di rumah sederhana milik Munarti (65) dan Muhroji (73). Ketika rumah-rumah di sekitarnya mulai diterangi lampu listrik, pasangan lansia di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, itu hanya mengandalkan cahaya temaram lampu sentir untuk mengusir gelap.

Di rumah yang berdiri di tengah kebun dan hanya berjarak puluhan meter dari jalan raya itu, kehidupan berjalan apa adanya. Minyak untuk lampu sentir pun terkadang harus disisihkan dari jatah minyak goreng, sekadar agar malam tidak sepenuhnya gelap. Bersama putra mereka, Muhamad Tejo Pramono (15), keluarga kecil itu menjalani hari-hari tanpa listrik karena terkendala jaringan.

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Salatiga YB. Wawan Dwi P. mengatakan laporan mengenai kondisi keluarga tersebut langsung ditindaklanjuti bersama pemerintah desa dan kecamatan.

“PLN berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Setiap usulan yang kami terima akan kami tindak lanjuti segera melalui survei dan verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.


Baca juga:  Bank Jateng Dukung Pembangunan dan Kesejahteraan Pemalang

Tak butuh waktu lama setelah survei dan pengukuran dilakukan, petugas PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ambarawa datang membawa harapan. Pada Kamis (23/7), instalasi listrik dipasang secara gratis melalui program Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN. Dua lampu kini menerangi teras dan ruang tamu rumah mereka, lengkap dengan satu stop kontak yang selama ini hanya menjadi angan.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah Bramantyo Anggun Pambudi mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian insan PLN kepada masyarakat yang membutuhkan.

“PLN memberikan bantuan pasang baru listrik gratis untuk Eyang Munarti dan Muhroji melalui dana YBM PLN yang berasal dari zakat pegawai PLN. Kami berharap solidaritas ini menjadi secercah harapan dan membawa manfaat bagi keluarga,” katanya.

Baca juga:  KPP Batang Gelar FKP Soal Pajak Tanah dan Bangunan

Bagi Munarti, cahaya lampu yang kini menyala di rumahnya bukan sekadar penerangan. Cahaya itu menjadi simbol berakhirnya penantian panjang yang selama dua dekade harus dijalani bersama keluarganya.

Dengan mata berkaca-kaca, perempuan 65 tahun itu tak mampu menyembunyikan rasa harunya.

“Senang sekali. Biasanya pakai sentir, sekarang ada lampu. Saya senang, sungguh saya senang,” ungkapnya lirih.

Camat Sumowono Agung Heru mengapresiasi respons cepat PLN yang mampu menjawab kebutuhan warganya.

“Terima kasih kepada PLN ULP Ambarawa atas respons cepat dalam menindaklanjuti kebutuhan listrik masyarakat. Semoga sinergi antara pemerintah dan PLN terus terjalin sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” katanya.

Kini, ketika malam tiba, rumah kecil di tengah kebun itu tak lagi tenggelam dalam gelap. Cahaya lampu yang menyala menjadi saksi bahwa bagi sebagian orang, listrik bukan sekadar kebutuhan, melainkan harapan yang akhirnya datang setelah penantian panjang selama 20 tahun.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...