JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah memperkuat pengamanan infrastruktur ketenagalistrikan sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat. Langkah tersebut dilakukan melalui Audit Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) bersama Tim Audit Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korps Sabhara Baharkam Polri, Rabu (26/8/2026).
Audit dilaksanakan di lingkungan PLN UID Jawa Tengah dan PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Jawa Tengah. Fokus pemeriksaan diarahkan pada penerapan sistem pengamanan instalasi vital ketenagalistrikan, terutama fasilitas Distribution Control Center (DCC) dan ruang server Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA).
General Manager PLN UID Jawa Tengah Bramantyo Anggun Pambudi mengatakan, audit tersebut menjadi bagian dari evaluasi untuk memastikan sistem pengamanan objek vital nasional berjalan optimal dan sesuai ketentuan.
“PLN berkomitmen menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus memastikan seluruh infrastruktur strategis yang mendukung pelayanan kepada masyarakat memiliki sistem pengamanan yang kuat,” ujar Bramantyo.
Menurutnya, evaluasi dilakukan secara berkelanjutan, mencakup pengamanan fisik, personel, informasi hingga kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat. Keberadaan DCC dan sistem SCADA dinilai sangat strategis karena berkaitan langsung dengan pengendalian dan pemantauan sistem distribusi listrik.
Penanggung Jawab Tim Audit Brigjen Pol Dr. Drs. Ignatius Agung Prasetyoko, S.H., M.H. menegaskan, sistem manajemen pengamanan yang terintegrasi penting untuk menjaga keberlangsungan operasional objek vital nasional.
“Pengamanan tidak boleh hanya bersifat reaktif, tetapi harus dibangun melalui sistem manajemen yang terencana, terukur dan berkelanjutan,” jelas Ignatius.
Dia menambahkan, audit implementasi SMP bukan sekadar memeriksa pemenuhan administrasi. Pemeriksaan juga memastikan standar pengamanan benar-benar diterapkan dalam kegiatan operasional di lapangan.
Pada hari pertama audit, Tim Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri melakukan peninjauan sejumlah fasilitas strategis di PLN UP2D Jawa Tengah. Pemeriksaan antara lain meliputi Pos Pengamanan Utama, ruang dispatcher atau DCC, ruang server SCADA, area genset cadangan hingga rumah pompa hydrant sebagai bagian dari sistem proteksi kebakaran.
Selain pemeriksaan lapangan, tim audit melakukan wawancara dengan jajaran manajemen dan Tim SMP PLN UP2D Jawa Tengah. Tim juga menelaah sejumlah dokumen teknis, khususnya Elemen 1 tentang Komitmen dan Kebijakan Manajemen.
Audit tersebut dilakukan secara bertahap dengan mencakup berbagai aspek pengamanan. Mulai dari pengamanan fisik, kesiapan personel, pengamanan informasi hingga mekanisme penanganan keadaan darurat.
PLN UID Jawa Tengah menilai penguatan sistem manajemen pengamanan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan kelistrikan. Melalui evaluasi dan kolaborasi bersama Polri, PLN berkomitmen meningkatkan standar pengamanan secara berkelanjutan agar infrastruktur ketenagalistrikan tetap terlindungi.(aln)




