JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Tanaman bonsai eksotis asal Jawa Tengah kembali menunjukkan daya saingnya di pasar internasional. Sebanyak 125 pohon bonsai dari 25 varietas siap dikirim ke Belanda setelah dinyatakan memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan dan mengantongi dokumen Phytosanitary Certificate.
Ketua Tim Kerja Karantina Tumbuhan, Karantina Jawa Tengah, Heri Widarta mengatakan, ekspor tanaman bonsai bernilai estetika tinggi tersebut menunjukkan peluang komoditas hortikultura Jawa Tengah untuk terus berkembang di pasar global. Menurutnya, karakter bonsai tropis asal Jawa Tengah memiliki keunikan tersendiri yang menjadi daya tarik bagi pasar internasional.
“Keunikan bonsai tropis asal Jawa Tengah menjadi salah satu daya tarik pasar global karena memiliki bentuk mungil atau kerdil, batang kokoh, lekukan artistik, serta penirusan daun yang dilakukan secara profesional,” ungkap Heri.
Dijelaskan, sejumlah jenis bonsai tropis bahkan tetap dapat tumbuh dan menghasilkan bunga maupun buah seperti pohon normal. Ditambahkan, karakter serta varietas khas tanaman tropis tersebut juga tidak banyak ditemukan di daratan Eropa sehingga memiliki nilai tersendiri bagi pasar tanaman hias.
Ketatnya persyaratan fitosanitari negara tujuan menjadi salah satu tahapan penting sebelum tanaman bonsai diberangkatkan. “Karantina Jawa Tengah menerapkan sistem in-line inspection mulai dari asal tanaman bonsai dari petani, penggantian media tanam, perlakuan, penyiraman, penyimpanan dalam screen house hingga tahap pemuatan atau stuffing,” tegasnya.
Dikatakan, proses tersebut dilakukan untuk memastikan tanaman yang akan diekspor memenuhi ketentuan kesehatan tumbuhan negara tujuan. Pemeriksaan terutama ditujukan untuk memastikan tanaman bebas dari hama penyakit serta tidak ditemukan gejala serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
Dalam pengiriman terbaru, sebanyak 125 pohon bonsai dari 25 varietas dinyatakan dalam kondisi sehat dan berdaun segar. Seluruh tanaman juga tidak ditemukan gejala serangan OPTK sehingga selanjutnya dapat memperoleh Phytosanitary Certificate sebagai dokumen persyaratan ekspor.
“Tanaman bonsai tersebut selanjutnya diberangkatkan menggunakan kapal laut melalui Pelabuhan Tanjung Emas menuju Belanda,” jelas Heri.
Menurutnya, peluang pasar tersebut dapat menjadi ruang pengembangan bagi petani milenial dan pelaku UMKM tanaman hias di Jawa Tengah. Ditambahkan, peningkatan kualitas budidaya dan pemenuhan standar kesehatan tanaman menjadi bagian penting untuk memperluas akses pasar internasional.
“Peluang ekspor ini diharapkan menjadi angin segar bagi para petani milenial dan pelaku UMKM tanaman hias di Jawa Tengah untuk terus meningkatkan standar budidaya tanaman,” imbuhnya.
Heri menegaskan, dukungan Karantina Jawa Tengah diarahkan untuk memastikan komoditas tanaman hias yang dikirim ke pasar global memenuhi standar kesehatan sekaligus tetap memiliki nilai estetika dan daya saing.
“Komoditas ekspor tidak hanya unggul dari segi keindahan seni visual, tetapi juga terjamin aman secara kualitas hayati di pasar global,” pungkas Heri.(aln)







