Grab Perkuat Inklusivitas, 1.000 Rompi Teman Setara Dibagikan bagi Mitra Pengemudi Tuli


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026, Grab Indonesia kembali memperkuat semangat “Teman Setara: Satu Ekosistem, Semua Bisa Tumbuh” melalui berbagai inisiatif inklusif di seluruh ekosistem Grab.

Rangkaian program tersebut mencakup edukasi bahasa isyarat bagi 650 mitra Grab di enam kota, termasuk Semarang, serta distribusi 1.000 rompi Teman Setara bagi Mitra Pengemudi Tuli. Inisiatif tersebut dilakukan bersama Indosat dengan dukungan Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia (GERKATIN), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Koneksi Indonesia Inklusif (Konekin), dan Disability Network (DNetwork).

Richard Aditya, Director of Grab Indonesia, mengatakan perjalanan Grab bersama Teman Tuli selama hampir satu dekade terus diarahkan untuk membangun ekosistem yang memungkinkan setiap orang berinteraksi secara setara. Edukasi, inovasi fitur dan layanan, serta perluasan akses menjadi bagian dari pendekatan tersebut.

“Selama hampir satu dekade, perjalanan bersama Teman Tuli mengajarkan kami bahwa ekosistem inklusif bukan hanya tentang memberikan akses, tetapi juga memastikan setiap orang dapat merasa diapresiasi dan menjadi bagian dari interaksi yang setara dalam keseharian,” kata Richard.

Ratusan Mitra Pengemudi Grab di Medan, Semarang dan Jakarta mengikuti edukasi bahasa isyarat melalui Kopdar Spesial Hari Bahasa Isyarat. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mitra untuk berbagi pengalaman, menyampaikan aspirasi serta mempelajari cara berkomunikasi yang lebih inklusif dengan pengguna maupun sesama mitra.

Baca juga:  Kolaborasi JNE Bersama Tab Space dan Grammars di Bandung

Melalui kolaborasi Grab dan Indosat, sebanyak 1.000 rompi Teman Setara kemudian didistribusikan kepada Mitra Pengemudi Tuli. Rompi tersebut dilengkapi ilustrasi bahasa isyarat dasar untuk membantu membangun komunikasi yang lebih nyaman antara mitra dan pengguna.

Imelda Situmorang, Mitra Pengemudi GrabBike sekaligus Mitra Pengemudi Perempuan Grab, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam memahami budaya Tuli sekaligus mengenal berbagai fitur Grab yang dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Menurutnya, informasi visual pada rompi juga membantu mempermudah komunikasi dengan penumpang.

“Kegiatan ini menjadi ruang bagi kami untuk saling belajar dan berbagi pemahaman tentang budaya Tuli. Rompi Teman Setara juga membantu memperlancar komunikasi karena memuat informasi visual yang dapat dilihat penumpang,” kata Imelda.

Selain mitra pengemudi, edukasi bahasa isyarat juga diberikan kepada 450 Mitra GrabMerchant di Bali, Bandung dan Yogyakarta melalui Teras Perwira Spesial Hari Bahasa Isyarat. Para pelaku usaha tersebut mendapatkan pembelajaran bahasa isyarat dasar yang dapat digunakan ketika memberikan pelayanan kepada pelanggan, khususnya Teman Tuli.

Semangat inklusivitas juga dibawa ke lingkungan internal Grab melalui pop-up booth Kopi Sunyi di Headquarters Grab Indonesia. Kehadiran Mitra GrabMerchant Tuli tersebut menjadi ruang bagi karyawan Grab untuk mempelajari bahasa isyarat sekaligus mengenal pengalaman Teman Tuli dalam berinteraksi dan bekerja.

Baca juga:  JNE Berangkatkan 559 Karyawan Ibadah Umrah

Grab juga menghadirkan sesi immersion bersama Mitra Pengemudi Tuli yang memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengikuti pengalaman mitra ketika menjalankan pesanan pelanggan. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bersama mengenai komunikasi dan pengalaman bekerja dalam ekosistem yang lebih inklusif.

Dari sisi teknologi, Grab menghadirkan sejumlah fitur untuk membantu mengurangi hambatan komunikasi bagi penyandang disabilitas. Fitur Disable Call memungkinkan Mitra Pengemudi Tuli mengalihkan komunikasi dari panggilan telepon ke pesan, sedangkan GrabSupport menyediakan dukungan melalui teks, chat dan bahasa isyarat bagi mitra penyandang disabilitas.

Selain itu, Smart Suggestion Chat Information membantu mitra pengemudi memahami kebutuhan komunikasi pelanggan penyandang disabilitas. Fitur tersebut dirancang untuk mendukung interaksi yang lebih nyaman antara mitra dan pelanggan dalam penggunaan layanan Grab.

Sepanjang 2025, sebanyak 6.207 Mitra Pengemudi penyandang disabilitas di Asia Tenggara memperoleh akses pendapatan melalui GrabAccess. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya Grab memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas, termasuk Teman Tuli, untuk berpartisipasi, bekerja dan bertumbuh dalam ekosistem Grab.(aln)


TERKINI

RUPSLB Solusi Bangun Indonesia Perkuat Manajemen

Rekomendasi

...

Telkomsel Luncurkan Aplikasi Fita

Canggih, LG Perkenalkan Dehumidifier Terbaru 

PLN Sukses Hadirkan Listrik Tanpa Kedip