BPJS Kesehatan Salurkan 150.000 Liter Air Bersih untuk Warga Demak


JATENGPOS.CO.ID, DEMAK – Krisis air bersih akibat kemarau panjang masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak. Membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, BPJS Kesehatan Cabang Semarang menyalurkan bantuan 150.000 liter air bersih melalui program Organization Social Responsibility (OSR) kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap ke sejumlah desa yang masih membutuhkan pasokan air bersih berdasarkan data BPBD Kabupaten Demak. Pada Rabu (15/10), sebanyak 50.000 liter air bersih mulai disalurkan ke Desa Girikusumo, Desa Banyumeneng, untuk didistribusikan ke sejumlah titik yang mengalami kekeringan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Debbie Nianta Musigiasari, mengatakan, bantuan tersebut diberikan setelah pihaknya menerima informasi mengenai masih adanya desa yang membutuhkan air bersih meskipun penyaluran bantuan telah dilakukan di sejumlah wilayah terdampak.

“Berdasarkan hal tersebut kami memutuskan untuk menyalurkan dana OSR untuk berpartisipasi dalam penanggulangan krisis kekeringan. Kami harap melalui OSR ini dapat sedikit banyak membantu masyarakat yang terdampak dan dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memang sangat membutuhkan air bersih,” ujarnya.

Baca juga:  Hari Terakhir Libur Lebaran, Arus Balik KA di Daop 4 Masih Tinggi

Dijelaskan, dari total bantuan 150.000 liter, sebanyak 10 tangki air telah disalurkan kepada masyarakat. Sementara itu, 20 tangki lainnya akan didistribusikan ke berbagai wilayah di Kabupaten Demak yang masih membutuhkan pasokan air bersih sesuai data BPBD setempat.

“Penyaluran bantuan OSR air bersih ini sejalan dengan hadirnya program JKN, karena akses air bersih berdampak pula terhadap tingkat kesehatan masyarakat, baik dari kebersihan maupun sanitasi,” jelas Debbie.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama di tengah kondisi kekeringan yang berpotensi mengganggu kebersihan lingkungan dan sanitasi. Debbie juga mengimbau peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk memastikan status kepesertaan tetap aktif agar dapat mengakses pelayanan kesehatan ketika dibutuhkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Demak, Suprapto, mengatakan, kondisi ketersediaan air bersih di Desa Girikusumo semakin memprihatinkan. Sejumlah sumur cadangan milik warga bahkan mulai kehilangan pasokan air akibat kemarau panjang.

Baca juga:  Telkomsel Pastikan Jamaah Haji Tetap Terkoneksi hingga Tanah Suci

“Sumur cadangan warga sudah tidak memiliki pasokan air, sehingga wilayah ini menjadi salah satu tempat yang dipilih untuk dilakukan dropping air bersih melalui program tanggung jawab sosial BPJS Kesehatan Cabang Semarang,” ungkapnya.

Dikatakan, pemerintah desa diharapkan aktif melaporkan kondisi kekeringan di wilayah masing-masing agar BPBD dapat memetakan kebutuhan dan mengupayakan bantuan tambahan dari perusahaan maupun instansi terkait.

“Kami berharap seluruh elemen masyarakat, pemerintah, maupun perusahaan dapat terus berpartisipasi untuk mengulurkan bantuan dalam upaya menanggulangi bencana yang terjadi,” tegas Suprapto.

Ditambahkan, bantuan air bersih dari BPJS Kesehatan Cabang Semarang bukan kali pertama diberikan untuk masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Demak. Kolaborasi tersebut diharapkan terus berlanjut agar kebutuhan dasar warga di wilayah terdampak dapat terbantu selama musim kemarau.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...