JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Indosat Ooredoo Hutchison memperluas layanan jaringan 5G di Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang dan Kabupaten Semarang. Jaringan tersebut diklaim telah menjangkau seluruh 16 kecamatan di Kota Semarang dan 19 kecamatan di Kabupaten Semarang untuk mendukung kebutuhan konektivitas masyarakat.
Head of Region Central Java Indosat, Joko Tri Wibowo mengatakan, Semarang menjadi salah satu wilayah fokus pengembangan jaringan karena perannya sebagai pusat pemerintahan Jawa Tengah sekaligus kota pendidikan dan aktivitas ekonomi. Keberadaan sejumlah perguruan tinggi dan beragam sektor usaha turut mendorong kebutuhan akses internet yang cepat dan stabil.
Menurutnya, pengembangan jaringan 5G tidak hanya terpusat di Semarang, tetapi juga menjangkau sejumlah wilayah lain di Jawa Tengah. Cakupan layanan tersebut meliputi kawasan Pantura, mulai Brebes, Tegal, dan Pekalongan, hingga Jepara, Kudus, Demak, Salatiga, Solo, Magelang, serta Cilacap.
“Harapannya, masyarakat di Jawa Tengah tidak hanya menikmati jaringan 5G di sekitar Semarang, tetapi juga di berbagai wilayah lainnya,” ujarnya.
Dijelaskan, pengembangan jaringan juga diarahkan untuk mendukung beragam kebutuhan digital masyarakat sehari-hari. Indosat menyoroti empat penggunaan utama, yakni gaming, streaming, layanan digital berbasis kecerdasan buatan, serta aktivitas bekerja dari rumah atau work from home (WFH).
Joko menambahkan, teknologi 5G diharapkan dapat memberikan pengalaman berinternet yang lebih lancar dengan kapasitas jaringan lebih besar. Layanan tersebut ditujukan untuk berbagai kalangan, mulai pelajar, ibu rumah tangga, hingga kalangan profesional, dengan pilihan produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
“Dengan 5G, masyarakat tidak lagi harus terlalu khawatir ketika berada di lokasi yang ramai. Video call maupun bermain gim diharapkan tetap lancar tanpa gangguan lag,” katanya.
Terkait kestabilan jaringan saat terjadi lonjakan trafik, Joko mengatakan Indosat melakukan perhitungan kapasitas untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pengguna. Pengalaman di kota tujuan wisata seperti Yogyakarta, terutama saat libur panjang, menjadi salah satu kondisi yang memerlukan kesiapan jaringan agar layanan tetap optimal.
Menurutnya, penambahan kapasitas dan penguatan jaringan dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan di lapangan. Meski cakupan jaringan telah menjangkau berbagai wilayah di Jawa Tengah, penguatan di sejumlah titik masih diperlukan untuk menyesuaikan kebutuhan trafik dan kondisi geografis.
“Kalau secara cakupan, wilayah Jawa Tengah sudah bisa terlayani jaringan Indosat. Namun, ada beberapa tempat yang masih perlu dilakukan penguatan, dan penambahan kapasitas akan kami lakukan secara berkala sesuai kebutuhan,” ungkapnya.
Terkait wilayah pegunungan dan daerah terpencil, Joko menjelaskan pembangunan jaringan mempertimbangkan keberadaan populasi, kebutuhan masyarakat, serta investasi yang diperlukan. Karena itu, pengembangan infrastruktur dilakukan dengan memperhitungkan kebutuhan layanan dan kondisi masing-masing wilayah.
Selain penguatan jaringan, Indosat juga menyatakan mendukung upaya pemerintah dalam mencegah penyalahgunaan jaringan untuk aktivitas yang melanggar aturan. Langkah antisipasi dilakukan agar layanan telekomunikasi dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab untuk mendukung aktivitas digital masyarakat. (aln)








