Eksekusi Ricuh! Pihak THHK akan Lanjutkan Upaya Hukum untuk Mendapatkan Keadilan

Kuasa hukum dan ketua yayasan THHK berdebat dengan Juru Sita Pengadilan Negeri Semarang saat pelaksanaan eksekusi gedung THHK Rabu (22/6/2022).

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG –  Akhirnya pengadilan negeri Semarang berhasil melakukan eksekusi terhadap gedung Yayasan Tunas Harum Harapan Kita, THHK Semarang di Gang Tengah No.73, Pecinan Semarang pada hari Rabu 22 Juni 2022. Meskipun sempat terjadi kericuhan Karena pihak THHK menolak untuk dieksekusi dan merasa tidak pernah menyerahkan bangunan itu kepada Perkumpulan Siang Boe.

Sementara PN Semarang melalui Juru Sita Pengadilan mengeksekusi gedung THHK Semarang berdasarkan surat bernomor W12.UI/73/Pdt.04.01/6/2022 tertanggal 10 Juni 2022 atas pemohon dari Perkumpulan Siang Boe.

Namun karena puluhan anggota alumni THHK Semarang yang rata-rata sudah lanjut usia itu berusaha menduduki gedung THHK agar tidak jadi dieksekusi, akhirnya dilakukan upaya paksa dari Juru Sita dalam melakukan eksekusi sehingga terjadi kericuhan, adu debat dan saling dorong antara kedua belah pihak.

Namun, perlawanan pihak THHK tak membuahkan hasil. Juru sita tetap mengeksekusi dan mengambil barang-barang agar gedung tersebut dikosongkan. Mereka mengeluarkan barang-barang inventaris THHK di antaranya, kipas angin, sound system, microphone, kursi, meja, papan, banner, figura, lemari, AC, dll.

Eksekusi ini berawal dari gugatan 282 dan yang digugat adalah THHK yang diketuai oleh Edy Boentoro yang berdiri 2014. Sementara materi gugatan itu terkait dengan perjanjian pinjam pakai tahun 1994.

Kuasa hukum pihak THHK, Nico Arief Budi Santoso mengatakan bahwa pada perkara Nomor 27/Pdt.Eks/2021/PN Smg telah terjadi kesalahan dalam subjek hukum yang dipermasalahkan. Pasalnya, tanah dan bangunan yang akan dieksekusi bukan milik Yayasan THHK pimpinan Edy Boentoro seperti digugat Perkumpulan Siang Boe.

“Analogi hukumnya bahwa THHK nya Edy Boentoro yang lahir tahun 2014 adalah bukan pihak dari perjanjian pakai akta 21. Namun tanpa melakukan pemeriksaan secara detail, PN Semarang justru mengabulkan gugatan eksekusi dugaan penyerobotan tanah yang dilakukan Perkumpulan Siang Boe.” jelas Nico.

Untuk menindaklanjuti kejanggalan ini, rencananya, pihak Yayasan THHK akan melanjutkan upaya hukum untuk mendapat keadilan. Niko mengatakan bahwa Pengadilan tidak meneliti upaya hukum yang sedang dilakukan dengan upaya banding dan Pengadilan melalui Majelis Hakim Pemeriksa tidak meneliti secara seksama bahwa THHK yang didirikan Edy Boentoro tahun 2014 adalah bukan pihak di akta 21. (prast.wd/biz/sgt).