Even Seni Budaya Solo Menggeliat, Pentas Seni Suran Sajikan Wayang Kolaborasi Sandosa dengan Lakon Tripomo Kawedar

59
Lakon Tripomo Kawedar, wayang kolaborasi dengan dalang Gogon, di Sentra IKM Semanggi Solo. Foto : Ade Ujianingsih/Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Kebangkitan even seni budaya di Kota Solo dimulai, Pertunjukan seni rakyat ditandai dengan pertunjukan ‘Pentas Seni Suran’ yang menyajikan wayang kolaborasi Sandosa.

Pertunjukan seni Suran digelar dengan mengedepankan protokol kesehatan, di Sentra IKM Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (24/10/2021).

Acara ini digelar Dinas Kebudayaan kota Surakarta bekerjasama dengan Sanggar Wayang Gogon dan Wayang Orang Sriwedari, menampilkan Pentas Seni Suran 2021 dengan lakon “Tripama Kawedhar”.

“Even budaya sudah mulai digelar di Kota Solo, pemerintah mulai membuka ruang ruang seni budaya. namun tetap jaga prokes dan ada pembatasan pengunjung,” ungkap Wakil Walikota Surakarta Teguh Prakosa, saat membuka pentas seni Suran, Sabtu malam.

Dijelaskan Dalang Gogon Margono, lakon Tripama Kawedar menceritakan kisah kepahlawanan tiga tokoh, yakni Raden Bambang Sumantri, Kumbokarno dan Karno.

“Kami kolaborasikan pertunjukan wayang kulit dengan wayang orang, salah satu tujuannya agar masyarakat khususnya anak anak bisa mudah memahami cerita, tokoh dan mencintai wayang, baik itu wayang kulit atau wayang orang,” ungkap Gogon.

Dijelaskan Gogon, tokoh wayang Karno seorang kesatria yang berperang membela saudara, kecintaannya pada lima saudara membuat ia berkorban.

Lalu, tokoh Bambang Sumantri juga menggambarkan kecintaan kakak pada adiknya.

Sedangkan, tokoh Kumbokarno, merupakan satria yang gigih membela negara, tidak peduli dengan keluarga nya, ia rela berkorban untuk negaranya.

“Kami berharap pagelaran lakon ini bisa membuat masyarakat meneladani kegigihan perjuangan untuk membela tanah air dalam hal ini memajukan bangsa dan negara,” ungkap Gogon.

Proses kolaborasi wayang sandosa ini tidak membutuhkan waktu lama, pasalnya seluruh pemain merupakan para seniman yang sudah mumpuni.

“Kita latihan masing-masing, lalu latihan bersama hanya lima kali langsung jadi. Kami bersemangat sekali setelah sekian lama tidak menggelar pertunjukan,” imbuhnya.

Durasi pertunjukan selama 1,5 jam, sebelumnya diawali dengan pertunjukan reog singo barong, dan kirab sesaji tarian umbul dongo. Pertunjukan ini melibatkan 15 dalang, 20 pengrawit sinden dan 25 penari wayang orang.

Nampak masyarakat sangat antusias melihat pertunjukan secara langsung, tentu dengan prokes, meskipun juga disiarkan LiveStreaming di Channel youtube Gibran TV – Dinas Kebudayaan Surakarta – BATIK TV. (Dea/bis)