Beranda Jateng Fadholi Berdayakan Kaum Difabel

Fadholi Berdayakan Kaum Difabel

Sosialisasikan Nilai Kebangsaan

280
Peduli Disabilitas: Anggota DPR/MPR RI Drs.H. Fadholi saat mensosialisasikan nilai-nilai kebangsaan kepada para penyandang tuna netra se- Kabupaten Semarang. ( foto : dekan bawono/ jateng pos).
Peduli Disabilitas: Anggota DPR/MPR RI Drs.H. Fadholi saat mensosialisasikan nilai-nilai kebangsaan kepada para penyandang tuna netra se- Kabupaten Semarang. ( foto : dekan bawono/ jateng pos).

JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA– Anggota DPR/MPR RI Drs.H. Fadholi mensosialisasikan nilai-nilai kebangsaan kepada warga difabel di acara musyawarah dcabang Persatuan Tuna Netra Indonesia ( Pertuni) cabang Kabupaten Semarang, Sabtu (28/7) kemarin.

          “ Di dalam sila ke-5 Pancasila, baik yang sehat dan kekurangan fisik memiliki kesempatan yang sama untuk mengaktualisaiskan diri dan punya hak disabilitas yang diatur oleh undang-undang,” imbuh Fadholi. Dikatakannya, kegiatan ini juga didukung oleh  Kampoeng Indonesia Peduli pimpinan Samsul Ridwan.

          Dijelaskan Fadholi, kesetaraan penyandang disabilitas ini diatur dalam undang-undang pasal 27 ayat 1 UUD 1945 dan sila ke-5 Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dikatakannya, bagaimana saudara-saudara difabel  bisa mendapatkan lapangan kerja dan penghasilan, sehingga dengan kegiatan ini bisa memberi peluang usaha. “ Dan dengan muscab ini saya harap bisa menghasilkan program-program yang juga didukung pemerintah daerah” imbuhnya.

Fadholi juga berharap  dari muscab ini ada aksi-aksi nyata untuk memberikan tambahan-tambahan dari sisi ekonomi ( pendapatan) kepada warga difabel, karena kaum difabel memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara. “ Demikian pula kewajiban dalam membela negara dan menegakkan Pancasila, UUD 45 dan NKRI,” pungkasnya.

Sementara ketua Kampoeng Indonesia Peduli Samsul Ridwan memberikan apresiasi yang tinggi kedapa Fadholi, yang begitu peduli terhadap kaum difabel.” Karena tidak banyak wakil rakyat yang peduli terhadap kaum disabilitas. Banyak kepala daerah yang belum memahami tentang disabilitas. Padahal itu sebuah entitas yang posisinya sama dengan masyarakat biasa. Hal ini harus kita sampaikan kepada pemerintah daerah dan masyarakat,” tandas Samsul yang juga Pembina Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia PPDI) Kabupaten Semarang dan  juga ketua umum Seknas Perlindungan Anak ( Seknas PA). (deb/bis)