25 C
Semarang
Senin, 16 Maret 2026

Aksi Tabungan Kebajikan Warnai Rapat Paripuna Hari Jadi ke-505 Kabupaten Semarang


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Prosesi kegiatan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Semarang memperingati Hari Jadi ke-505 Kabupaten Semarang, Minggu (15/3/2026) siang terlihat ada yang berbeda.

Sebelum kegiatan terlebih dahulu digelar upacara ‘Tabungan Kebajikan”. Tampak dua bilah bambu dimasukkan ke dalam gentong masing-masing untuk alur  menumpahkah beras dan uang koin. Apa itu Tabungan Kebajikan?

Ketua Lembaga Kesenian dan Kebudayaan (LKK) Kabupaten Semarang, Romo Pujianto menjelaskan, gerakan Tabungan Kebajikan merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-505 Kabupaten Semarang. Melalui gerakan ini, masyarakat diajak menyisihkan satu gelas beras dan uang koin yang nantinya digunakan untuk kegiatan kenduri budaya sebagai bentuk syukuran bersama.

“Gerakan ini merupakan upaya mengajak masyarakat untuk berbagi serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam perayaan Hari Jadi daerah. Pengumpulan dilakukan berbagai komunitas masyarakat lintas agama, anak-anak sekolah, hingga perkumpulan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Semarang,” jelasnya.

Baca juga:  Fix!!! Ngesti Nugraha-Nur Arifah Diusung 8 Parpol di Pibup Semarang

“Ini baru pertama kali kita lakukan. Sebenarnya banyak ide, tetapi tahun ini kita ingin mengajarkan memberi kesempatan umat untuk berbagi,” jelasnya lagi saat ditemui wartawan seusai Rapat Paripurna.

Ia menambahkan, filosofi dari kegiatan tersebut adalah mengajarkan bahwa rezeki tidak hanya untuk diterima, tetapi juga perlu dibagikan kepada sesama.

“Kesuksesan itu seperti nafas, ada masuk dan ada keluar. Kalau maunya hanya masuk saja, rezeki justru bisa berhenti. Maka ketika kita ingin rezeki datang, kita juga harus berbagi,” jelasnya.

Pujianto menjelaskan, beras yang terkumpul dari 19 kecamatan di Kabupaten Semarang nantinya akan dikemas kembali dalam paket lima kilogram untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat.

PELEPASAN BURUNG: Bupati H Ngesti Nugraha dan Wabup Hj Nur Arifah (tengah) bersama Forkopimda dan anggota DPRD bersama-sama melepas burung seusai Rapat Paripurna HUT ke-505 Kabupaten Semarang, Minggu (15/3)

Sementara itu, bahan makanan untuk kenduri budaya juga berasal dari sumbangan masyarakat, seperti sayur, telur, tahu, tempe, sambal hingga ayam. Semuanya berasal dari sumbangan masyarakat. Setelah dimasak dalam kenduri budaya, nantinya diperuntukan kembali untuk masyarakat.

Baca juga:  Peni Ngesti Nugraha Ajak Posyandu Aktif Cegah Stunting

Pengumpulan tabungan kebajikan sendiri telah dilakukan di berbagai tempat seperti masjid, gereja, vihara, sekolah hingga posko LKK.

“Beras adalah simbol kehidupan. Dengan menabung beras, kita menabung kehidupan. Sedangkan koin adalah simbol solidaritas dan fondasi ekonomi. Kita berharap kehidupan ke depan lebih baik dan berkelanjutan,” tandasnya.

Pada Rapat Paripurna dilakukan simbolis penuangan beras dan koin dari Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Wakil Bupati Hj Nur Arifah, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening, dan para Forkopimda, satu persatu menuangkan beras dan uang koin ke dalam gentong.

Tabungan Kebajikan ini, lanjut Pujianto, nantinya juga digunakan untuk Tumpeng Agung setinggi tiga meter yang akan dibuat bersamaan syukuran dan kirab budaya pada puncak HUT kabupaten Semarang. (muz)



TERKINI


Rekomendasi

...