Fun Literacy Camp Ajang Pembentuk Karakter Generasi Penerus Bangsa

Sering kita dihimbau dengan kata “tingkatkan literasimu” namun kenyataannya tidak ada pengaruhnya. Literasi sendiri merupakan kemampuan memahami, mengartikan dan menyimpulkan suatu informasi. Banyak kita jumpai problematika tentang minimnya literasi baik orang dewasa ataupun anak-anak termasuk peserta didik di tingkat Sekolah dasar. Problematika yang terjadi diataranya bisa dilihat dari peserta didik yang cenderung malas membaca dan memahami informasi dengan baik, selain itu juga peserta didik cenderung malas melestarikan kebudayaan lokal dan lebih sering terpengaruh terhadap kebudayaan luar seperi K-POP, NCT dan sebagainya. Terdapat banyak pihak yang mampu terlibat dalam usaha perubahan diantaranya yaitu pemerintah, tenaga kependidikan, pihak perguruan tinggi termasuk mahasiswa.

Peran seorang mahasiswa menjadi hal yang diperlukan untuk mengurangi permasalahan tersebut, salah satunya dengan mengikuti program yang bisa berdampak langsung dengan dunia luar kampus. Program kampus mengajar menjadi salah satu pilihan untuk diikuti mahasiswa yang bersedia bergerak membawa perubahan dikehidupan luar kampus.

Program kampus mengajar terdiri dari peningkatan kemampuan literasi dan numerasi, adaptasi teknologi dan juga pencegahan 3 dosa pendidikan. Saya mendapatkan kesempatan mengikuti program kampus mengajar Angkatan ke 7 yang ditempatkan di SDN 01 Sukosono. Saya juga memiliki tim yang cukup beragam karena berasal dari bermcam- macam universitas berbeda ada yang dari Universitas Muria Kudus, Universitas Negeri Semarang dan juga Politeknik Balekambang.

Program ini saya dan tim memiliki program literacy camp, outing class, Konoru( kolaborasi teknologi guru), Konosi (kolaborasi teknologi siswa), pencegahan 3 dosa pendidikan, madding education dan juga pojok baca kelas. Terkait dengan peningkatan literasi siswa  saya dan tim membuat kegiatan fun literacy camp, kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 3-4 Mei di SDN 01 Sukosono yang berfokus pada peserta didik kelas atas yaitu kelas 4, 5 dan 6

Literacy camp merupakan kegiatan perpaduan kegiatan kemah yang identik kepramukaan dengan upaya meningkatkan kemampuan literasi siswa. Kegiatan tersebut dapat menarik minat siswa karena berprinsip belajar sambil bermain, peserta didik dapat belajar kegiatan di alam luar sambil bermain dengan temannya. Terbukti dari reaksi peserta didik yang terlihat bahagia dan nyaman Ketika kegiatan berlangsung.

Kegiatan literacy camp berkaitan dengan literasi budaya dan kewargaan yang mana hal tersebut berkaitan dengan kemampuan memahami dan bersikap terhadap kebudayaan indonesia sebagai identitas bangsa. Indonesia memiliki beragam suku bangsa, bahasa, budaya, adat dan kebiasaan, bahkan agama dan kepercayaan. Untuk memahami keberagaman dan tanggung jawab warga negara sebagai bagian dari suatu bangsa di abad ke-21 ini, para pelajar menguasai literasi budaya dan kewargaan. Selain itu, literasi budaya dan kewargaan juga menjadi fondasi utama untuk memupuk kebinekaan global pada peserta didik sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.

Fun literacy camp di dalamnya berisi game menarik, Latihan baris berbaris, upacara api unggun, pentas seni dan juga kegiatan luar pencarian jejak. Kegiatan tersebut memadukan kepramukaan dan kebudayaan yang dikemas dalam suatu program yang menarik. Upacara api unggun termasuk dalam bagian kepramukaan sebagai pembentuk karakter bangsa. Perkenalan kesenian dan kebudayaan juga terdapat di dalam kegiatan tersebut seperti penampilan tarian daerah, menyanyikan lagu kebangsaan dan lain sebagainya.

Di era globalisasi saat ini, keberadaan Gerakan pramuka bukan hanya membangun manusia atau kaum muda menguasai ilmu pengetahuan, namun membentuk generasi bangsa yang tangguh kepribadiannya, luhur budi pekerti serta menjunjung kesatuan dan persatuan Indonesia. Selain itu juga, kegiatan literacy camp juga membawa pengaruh positif terkait pengenalan tehadap kebudayaan Indonesia seperti tarian daerah, lagu kebngsaan dan sebagainya yang mana hal itu tentu perlu diasah sejak dini bagi generasi penerus bangsa.

Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya literacy camp dapat menambah kemampuan literasi generus bangsa terutama dalam literasi budaya dan kewargaan. Kegiatan tersebut juga sebaga wadah untuk membentuk karakter dan memupuk kelestarian budaya dengan kegiatan yang menarik dan seru.

Siti Mundiro

Mahasiswa PGSD FTIK Unisnu Jepara