Beranda Jateng Gabungan Organisasi Wanita Temanggung Berikan 32 Tangki Bantuan Air Bersih untuk Desa...

Gabungan Organisasi Wanita Temanggung Berikan 32 Tangki Bantuan Air Bersih untuk Desa Kekeringan

209

JATENGPOS.CO.ID, Temanggung – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memberikan bantuan air bersih sebanyak 32 tangki untuk desa-desa yang mengalami kekeringan.

Mobil tangki pengangkut air bersih dilepas secara simbolis oleh Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo di halaman Kantor Setda Kabupaten Temanggung, Selasa.

Ketua Umum GOW Kabupaten Temanggung Sri Wiendrati mengatakan kegiatan yang bertajuk “GOW Peduli, Dropping Bantuan Air Bersih kepada Masyarakat Terdampak kekeringan di Kabupaten Temanggung” dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur pada HUT ke-74 Kemerdekaan RI.

Ia mengatakan bakti sosial bantuan air bersih dilaksanakan 48 organisasi wanita anggota GOW didukung 15 organisasi kemasyarakatan, agama, profesi, dan pendidikan yang ada di Kabupaten Temanggung.

“Berdasarkan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Temanggung, dropping bantuan air bersih dijadwalkan mulai Selasa, 27 Agustus 2019, sampai dengan Kamis, 29 Agustus 2019, dengan lokasi Desa Drono, Kecamatan Tembarak, Desa Jetis, Butuh, Tanggulanom, Kemiri Kerep, Kecamatan Selopampang, dan Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan,” katanya.

Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada GOW Kabupaten Temanggung yang peduli dengan memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat di sejumlah desa yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau.

Ia menuturkan dengan adanya bantuan air bersih tersebut maka sangat membantu masyarakat untuk mencukupi kebutuhan air guna keperluan hidup sehari-hari, seperti memasak, mencuci maupun untuk mandi.

“Apresiasi dan penghargaan kami berikan kepada GOW Temanggung dan unsur terkait lainnya atas partsipasinya dalam memberikan bantuan air bersih , semoga dapat dimanfaatkan dan dinikmati oleh saudara-saudara kita di desa yang saat ini mengalami kekeringan,” katanya.

Ia berharap dengan adanya program bakti sosial semacam ini dapat membangkitkan semangat organisasi kemasyarakatan lain untuk turut berpartisipasi, tidak hanya dalam masalah air bersih saja, namun juga permasalahan lainnya seperti rehab rumah tidak layak huni dan bantuan biaya pendidikan anak-anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu.

“Permasalahan lain yang juga perlu mendapat perhatian yakni upaya untuk menekan serendah mungkin sampah plastik,” katanya. (fid/ant)