Ganjar Minta Setiap Sekolah Miliki Satgas Covid-19

8
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memantau pelaksanaan PTM. Foto : Antara.com

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta setiap sekolah untuk memiliki Satgas COVID-19 guna mengawasi penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM).

“Semua sekolah menjadi penting untuk memiliki Satgas COVID-19. Mereka akan mengawasi penerapan prokes dan mengingatkan agar jangan sampai ada pelanggaran,” kata Gubernur, Kamis.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur usai melakukan kunjungan ke SMPN 4 Mrebet Purbalingga menyusul adanya puluhan siswa yang menjalani isolasi terpusat di gedung sekolah karena hasil tes antigen-nya menunjukkan positif.

Usai melakukan kunjungan, Gubernur menyampaikan bahwa kondisi kesehatan para siswa saat ini dalam keadaan baik dan tanpa gejala.

“Hanya sebagian kecil saja ada gejala ringan, batuk-batuk,” katanya.

Gubernur juga mengapresiasi Pemkab Purbalingga yang telah melakukan respons cepat, mulai dari menyediakan lokasi isolasi terpusat hingga menghentikan sementara aktivitas PTM.

Gubernur juga menyarankan agar jajaran pemkab secara rutin melakukan tes acak bagi para siswa yang sudah melaksanakan PTM.

“Ketika didapati ada yang positif COVID-19 maka PTM bisa dihentikan sementara, lakukan pelacakan, dan tetap waspadai juga potensi penyebaran dari non-PTM di sektor pendidikan,” katanya.

Gubernur juga menambahkan bila ada kejadian pelanggaran prosedur yang mengakibatkan adanya klaster sekolah karena PTM maka tidak perlu disikapi dengan pemberian sanksi bagi sekolah.

“Yang terpenting adalah tentang kedisiplinan sekolah dalam koordinasi, izin, atau pemberitahuan setiap akan melakukan kegiatan PTM,” katanya.

Disamping itu, Gubernur juga mengingatkan perlunya percepatan program vaksinasi dan tes cepat antigen atau juga tes PCR bagi yang akan melaksanakan PTM.

Sementara itu, seperti diwartakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga menginformasikan bahwa tes antigen yang dilakukan terhadap 61 siswa SMPN 3 Mrebet dan 90 siswa dari SMPN 4 Mrebet menunjukkan hasil positif sehingga memicu penghentian pembelajaran tatap muka di wilayah ini. (ant/rit)