Gubernur Ingatkan Kasus Banjarnegara, Warga Bersyukur Cukur Gundul

15
Warga Banjarnegara penuhi nadzar cukur gundul sebagai ungkapan rasa syukur Bupati Semarang Budhi Sarwono ditahan KPK. FOTO:IST

JATENGPOS.CO.ID, BANJARNEGARA– Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan kasus dugaan korupsi yang menyeret Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono merupakan pengingat kepada seluruh kepala daerah dan pejabat publik. Menurutnya, kejadian itu diharapkan menjadi pembelajaran bagi kepala daerah agar tetap menjaga integritas.

“Saya mengingatkan kembali dan tidak akan pernah bosan seperti waktu pelantikan saat itu, reformasi birokrasinya, jaga integritasnya, dan tidak ada lagi cerita-cerita soal pungli, soal korupsi, hadiah-hadiah yang diberikan kepada pejabat. Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran buat semuanya,” kata Ganjar di Semarang, Minggu (5/9).

Di sisi lain, Ganjar akan segera menemui Wakil Bupati (Wabup) Banjarnegara Syamsudin untuk memastikan pemerintahan dan layanan masyarakat tak terganggu. “Insyaallah besok (hari ini, red) atau lusa (saya) akan ke sana untuk briefing,” katanya.

Dia mengatakan sudah menghubungi Wakil Bupati Banjarnegara tidak lama setelah KPK menahan Budhi Sarwono. Dia meminta Wakil Bupati untuk segera melakukan konsolidasi dan mengumpulkan seluruh OPD di Kabupaten Banjarnegara.

“Saya sudah minta ke Wakil Bupati agar segera melakukan konsolidasi di pemerintahannya. Saya minta pemerintahan tidak boleh terganggu. Terus layani masyarakat dengan baik,” ujar Ganjar.

Wakil Bupati Banjarnegara Samsyudin memastikan bahwa pelayanan untuk masyarakat tidak akan terganggu kasus hukum yang dihadapi Budhi Sarwono.

“Kami yang tua di sini bersama Pak Sekda (Sekretaris Daerah Banjarnegara Indarto, red) berusaha menjaga stabilitas kegiatan. Artinya, kegiatan yang sudah berjalan akan berjalan terus,” kata Samsyudin dalam keterangan yang diterima ANTARA di Purwokerto, Minggu (5/9).

Dia menambahkan untuk kegiatan yang belum berjalan akan dilaksanakan sesuai dengan rencana yang sudah tersusun. Oleh karena itu, dia memastikan kasus hukum tengah tengah dihadapi Budhi Sarwono tidak akan mengganggu pelayanan untuk masyarakat Banjarnegara.

Sementara itu, beragam ekspresi ditunjukkan warga di Banjarnegara pasca ditetapkannya Bupati Budhi Sarwono sebagai tersangka oleh KPK. Salah satunya anggota Forum Banjarnegara Bersatu (FBB) dan Forum Jasa Konstruksi (Forjasi) dengan cukur gundul hingga menggelar selamatan “Terima Kasih KPK”.

Ada dua orang yang mencukur rambutnya hingga plontos. Yakni Agus Mulyanto (69) dan Nanang (40). Ia mengaku bernazar mencukur rambutnya hingga plontos jika KPK menetapkan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono sebagai tersangka.

“Saya memang sudah memiliki nazar cukur gundul. Dengan cukur gundul itu maknanya semua kezaliman dan kearogansian bersih seperti rambut saya bersih,” ujarnya usai cukur gundul di rumah salah seorang warga di Desa Pucang, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, kemarin.

Tidak hanya itu, pria yang akrab disapa Yanto Togog ini mengaku puas setelah KPK menahan dan menetapkan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono sebagai tersangka pada Jumat (3/9) malam.

“Rasanya puas sekali dengan perjuangan kami yang bertahun-tahun Alhamdulillah tadi malam Allah mengijabah (mengabulkan) semua perjuangan kami semua ini,” lanjutnya dikutip dari detikcom.

Selain cukur rambut, syukuran juga dilakukan FBB bersama Forjasi ditandai dengan pemotongan tumpeng. Pembina FBB Setiawan Budhiarto mengatakan syukuran dilakukan setelah ditetapkannya Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono sebagai tersangka oleh KPK.

“Alhamdulliah hari ini kita syukuran, ini mencatatkan sejarah di Banjarnegara akan tercatat nanti,” kata dia.

Dia menambahkan, penetapan Budhi Sarwono sebagai tersangka oleh KPK harus diapresiasi. Pihaknya berharap ke depan akan menemukan pemimpin Banjarnegara yang mampu mendatangkan investor.

“Kami apresiasi langkah cepat KPK yang sudah melakukan penahanan selama 20 hari kedepan. Dengan itu semua kami bersyukur. Setelah itu kami berharap ke depan untuk Banjarnegara akan menemukan pemimpin yang luar biasa yang tidak hanya engkel-engkelan (debat kusir) masalah APBD namun bisa mendatangkan investor dan sebagainya,” ujarnya. (dbs/muz)