Gunung Agung akan Meletus Dasyat

Gunung Agung mengeluarkan lava dan abu vulkanik mencapai ketinggian 3.000 meter, Minggu (26/11) pagi. Abu vulkanik berwarna kuning kemerahan sebagai tanda bahaya.

JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA- Erupsi gunung Agung di Bali terus berlangsung dan abu vulkaniknya mencapai ketinggian 3.000 meter, Minggu (26/11) pagi. Abu vulkanik yang dimuntahkan berwarna kuning kemerahan.

Dari pantauan BNPB, kolom letusan abu vulkanik telah mencapai hingga 3.000 meter dari puncak kawah Gunung Agung, sekitar pukul 08.30 Wita, Minggu. “Hujan abu mengarah ke timur-tenggara ke arah Lombok,” kata juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam Twitternya, Minggu pagi.

“Sampai sekitar pukul 08.30 Wita, erupsi Gunung Agung “terus berlangsung,” tambahnya. Dan, menurutnya hujan abu mengarah ke timur-tenggara ke arah pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

BNPB melaporkan, sejak Sabtu (25/11) malam, masyarakat yang tinggal di radius sekitar 6 hingga 7,5 km dari puncak gunung Agung, terus melakukan “evakuasi mandiri” ke tempat yang dianggap aman atau menjauhi pusat erupsi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi memeriksa kemungkinan Gunung Agung bakal meletus dahsyat, atau eksplosif seperti yang terjadi pada 1963.

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG, I Gede Suantika di Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, mengatakan letusan dahsyat sangat mungkin terjadi di Gunung Agung, sebab tanda-tandanya sudah ada. Seperti mulai keluarnya lava pijar dari perut gunung ke kawah letusan.

“Tapi pasti, mungkin akan eksplosif. Tahun 1963, begitu keluar lava langsung meletus. Saat ini, yang keluar lava, abu dan gas-gas itu sudah pasti ke luar,” katanya, Minggu (26/11).

Saat ini, menurut Gede Suantika, lava pijar sudah naik ke kawah dan sedang memenuhi lantai kawah. Jika kawah sudah penuh, lava pijar akan meluncur dari puncak gunung ke bawah.

“Lava masih memenuhi rantai kawah. Kalau sudah penuh, dia akan meleleh ke bawah. Saat ini masih terus keluar,” ujarnya.

Sementara itu, letusan Gunung Agung berdampak sebanyak 16 penerbangan keberangkatan dan kedatangan di Bandara Internasional Lombok. Tiga di antaranya merupakan penerbangan internasional.

“Jadi itu ada 16 penerbangan yang cancel, itu 3 internasional ke Singapura, kemudian sisanya domestik,” ujar Corporate Secretary AP I Israwadi, Minggu (26/11).

Israwadi mengatakan 16 penerbangan tersebut merupakan penerbangan keberangkatan dan kedatangan ke Lombok. “16 penerbangan keberangkatan dan kedatangan,” katanya. (dtc/muz)