Guru Desainer, jadi PNS Setelah 8 Kali Mendaftar

Reni Wulandari, S.Pd, M.Si (Guru SMKN 1 Miri Sragen)

Reni Wulandari, S.Pd, M.Si (Guru SMKN 1 Miri Sragen)

JATENGPOS.CO.ID,  – “Saya bangga menjadi guru”. Itulah kata-kata yang selalu terucap dihati untuk memotivasi diri sendiri agar tumbuh rasa keikhlasan dan kesadaran diri untuk mengajar.

Guru adalah orang yang mengabdikan dirinya utuk mengajarkan suatu ilmu, mendidik, mengarahkan, dan melatih muridnya agar memahami ilmu pengetahuan yang diajarkannya. Guru tidak hanya mengajarkan pendidikan formal. Tetapi juga pendidikan lainnya dan bisa menjadi sosok yang diteladani oleh para muridnya. Peran guru sangat penting dalam proses menciptakan generasi penerus yang berkualitas. Baik secara intelektual maupun akhlaknya.

Guru menjadi bagian dari profesi saya. Salah satu tugasnya adalah mengajar. Mengajar adalah hal yang saya senangi. Tahun 2006 saya mengajar pertama kali di SMK Negeri 1 Miri Sragen mata pelajaran teknik gambar bangunan. Tahun 2006 saya mendaftar PNS di Sragen tidak diterima. Tahun 2007 saya mendaftar PNS di Ponorogo tidak diterima.Tahun 2008 saya mendaftar 3 tempat yaitu di Sragen di Blora, di Bantul, ketiganya juga tidak diterima. Tahun 2009 saya mendaftar di Kebumen tidak diterima. Akhirnya pada tahun 2010 saya mendaftar di Temanggung diterima. Di Temanggung saya ditugaskan di SMK Negeri 1 Pringsurat yang letaknya di pegunungan. Ternyata SMK-nya baru saja berdiri sehingga kelasnya baru ada 2 kelas dan jumlah guru sekitar 15 guru di situlah saya dan guru-guru merintis .

Disamping itu untuk menuju ke SMK N 1 Pringsurat sempat saya laju pergi pulang (PP) dari Sragen ke Temanggung, saya berangkat jam 3 pagi dan pulang jam 4 sore mengendarai sepeda motor sendirian sekitar 240 km PP. Selama tiga setengah jam saya di perjalanan melewati Gemolong, Boyolali, Salatiga, Bawen, Ambarawa dan sampailah di Temanggung. Itu tidak menjadikan saya patah semangat, malah sebaliknya perjalanan yang saya nikmati setiap hari melewati dinginnya gunung Kopeng dengan hati yang senang karena akan bertemu dengan murid- murid. Mengajar adalah bagian terindah dalam hidup saya. Di SMK Negeri 1 Pringsurat saya mendapatkan pengalaman hidup yang sangat luar biasa. Mulai dari masyarakat sekitar, murid-murid dan juga guru-guru di SMK Negeri 1 Pringsurat. Saya mengenal alat-alat besar untuk pembuatan meja, kursi almari maupun mebel lainnya. Karena saya mengajar teknik konstruksi kayu.

Bangga menjadi guru SMK itu merupakan penyemangat bagi diri saya. Pada tahun 2015 saya ditunjuk sebagai bendahara Bos. Disitulah saya belajar mengenai keuangan sekolah. Di samping itu saya juga menjadi pembimbing siswa dalam lomba kompetensi siswa. Butuh tenaga yang ekstra untuk membimbing siswa karena maju tingkat provinsi mewakili Kabupaten Temanggung. Tahun 2016 saya mengikuti program keahlian ganda. Yaitu jurusan multimedia. Tahun 2017 program keahlian ganda sudah berjalan yaitu saya mendapat tempat di SMK Negeri 1 kebumen dengan teman-teman Se-Jawa Tengah. Yaitu dari Tegal , Gombong, Semarang, Jogja, Kendal. Selama 3 bulan saya di SMK Negeri 1 Kebumen mendapat ilmu yang luar biasa. Bersama teman-teman multimedia saya membuat produksi film, membuat berbagai macam kemasan dan juga belajar tentang fotografi.

Pelajaran yang menyenangkan bagi saya karena ilmunya semakin hari semakin bertambah. Pada bulan Mei tahun 2017 diklat keahlian ganda di Kebumen selesai dilanjutkan diklat yang kedua yaitu ditempatkan di SMK Negeri 11 Semarang diikuti dari Demak, Grobogan, Pati, Rembang, Kudus dan Temanggung. Melalui program keahlian ganda pengalaman demi pengalaman mengantarkan saya untuk terus berkembang. Pada bulan Oktober 2017 saya PLPG di Universitas Negeri Yogyakarta atau UNY yang juga rangkaian dari kegiatan keahlian ganda. Tahun 2018 berhubung saya sudah lulus keahlian ganda saya mengajar di SMK Negeri 1 Pringsurat mata pelajaran multimedia, teknik gambar bangunan , teknik konstruksi kayu, dan juga teknik jaringan komputer.

Pada bulan Juni 2018 saya mengajukan pindah ke Sragen, ke SMK Negeri 1 Miri dimana kembali lagi ke SMK yang pertama kali saya GTT. Tahun 2019 di SMK N 1 Miri saya disuruh untuk memegang keuangan Bos. Saya mendapat tantangan besar bagaimana cara memanajemen keuangan di SMK Negeri 1 Miri yang lebih besar daripada di SMK Negeri 1 Pringsurat. Disamping itu tahun 2019 saya mulai mengikuti diklat pembuatan artikel ilmiah populer di media massa yaitu di Jateng Pos, di Koran Wawasan, dan juga Koran Jawa Pos. Tahun 2020 saya membuat buku yaitu kumpulan puisi ber-ISBN, membuat jurnal ber-ISSN dan artikel terbit di Jateng Pos sekitar 9 artikel.

Bulan Juli tahun 2020 saya mendaftar kuliah S2 di Universitas Islam batik Surakarta atau Uniba. Tahun 2021 saya mengadakan diklat bagi guru-guru SMK Negeri 1 Miri dan guru-guru di luar SMK. Yaitu diklat penulisan artikel ilmiah populer di media massa dengan jumlah peserta sekitar 120 guru dari berbagai wilayah. Yaitu Sragen, Solo, Demak, Purwodadi, Semarang, Banjarnegara dan Karang Anyar. Berbagai macam diklat saya ikuti untuk menambah pengetahuan saya. Mulai diklat penulisan buku, artikel, jurnal dan juga diklat assessor.

Tahun 2022 saya lulus kuliah S2 dengan gelar M.Si. Selama kurang lebih 16 tahun menjadi guru yaitu dimulai tahun 2006 sampai sekarang banyak sekali pengalaman yang luar biasa dalam mengisi kehidupan saya terutama dalam hal mengajar. Sebagai seorang guru kita dituntut untuk selalu berkarya dan berkembang dalam mendidik anak bangsa.

SAMPINGAN

Selain jadi guru saya juga bekerja sampingan. Yaitu jasa pembuatan desain rumah bekerja sama dengan siswa alumni gambar bangunan. Dari desain saya yang sudah dipesan seperti desain masjid ( Sragen), desain toserba (Sragen), desain kos- kosan(Temanggung), desain tempat parkir (Salatiga), desain rumah tafidz dua lantai (Sragen), rumah tinggal dua lantai dan juga desain pagar/gerbang (Magelang). Suatu kebanggan tersendiri bagi saya apabila desain saya dibangun. Selain itu saya juga menerima jasa pembuatan kemasan produk dan logo. Saya juga mendapat pesanan pembuatan video pembelajaran dari teman guru di Semarang. Itu menjadikan saya tertantang untuk terus belajar.

Dalam hati saya terlontar hidup itu harus bermanfaat. Maka saya gunakan waktu dengan sebaiknya untuk mengajar dan membuat karya. Saya senang membuat video pembelajaran hingga saya ikut diklat BPTIK menghasilkan video yang diunggah di Jateng Pintar. Juga ikut program Pembatik sampai level 3 menghasilkan video pembelajan di portal rumah belajar.

Disamping itu saya juga ikut google trainer master agar IT saya berkembang dan juga program guru penggerak. Saya juga mengisi karya di Platform Merdeka Mengajar yaitu video pembelajaran dan praktik baik. Di SMK N 1 Miri saya bersama teman – teman guru membuat buku, jurnal, artikel agar hidup itu ada. Saya mendapat kata indah dari teman guru yaitu” menulislah, dengan menulis kita akan ada”. Itu menjadikan penyemangat hidup saya untuk selalu berkarya. Percayalah, suatu saat tulisan kita akan menemukan sendiri pembacanya.

Saya bangga sebagai guru. Itu merupakan kata hati saya yang selalu muncul untuk penyemangat diri saya dalam mengajar dan mendidik murid-murid demi mencerdaskan anak bangsa. (*/jan)

CURRICULUM VITAE

Reni Wulandari, S.Pd, M.Si, lahir di Sragen, 04 Maret 1984. Pendidikan dasar dan menengahnya di selesaikan di Sragen. Penulis memperoleh gelar sarjana pada FKIP Pendidikan Teknik Bangunan di Universitas Sebelas Maret Surakarta tahun 2006. S2 di Universitas Islam Batik Surakarta dengan gelar M. Si Penulis pernah mengajar di SMK N Pringsurat Temanggung pada tahun 2011- 2018. Saat ini penulis mengajar di SMK N I Miri Sragen.

Karya yang pernah ditulis jurnal pendidikan ber-ISSN “Penerapan Student Teams Achievement Divisions Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Animasi Siswa SMK “. Dan jurnal yang kedua“ Peningkatan Kinerja Guru di SMK N 1 Miri”. Menulis artikel pertama “Outdoor Study,Tingkatkan Motivasi Siswa Belajar Multimedia”. Artikel kedua “Video Tutorial, Tingkatkan Motivasi Belajar Desain Grafis”. Dan masih ada 12 artikel yang lainnya. Penulis juga membuat buku kumpulan puisi ber- ISBN yang berjudul”Sketsa tinta kehidupan” dan buku kedua berjudul “Cahaya Kehidupan”. Penulis sangat berharap agar dapat belajar bersama, berkomunikasi, dan bertukar informasi. Salam sehat, semangat, luar biasa. (*/jan)