Hasil Panen Surplus Dua Ton dari Rata-rata Nasional, Luluk Nur Hamidah Ingin Petani Sejahtera

14
PANEN : Anggota DPR RI FPKB, Luluk Nur Hamidah menyerahkan hasil panen padi varietas unggul. Foto : Yasin/Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Hasil panen padi petani Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo melebihi rata-rata nasional. Pasalnya, hasil panen padi petani Kragan mencapai 7,6 ton per hektar sedangkan rata-rata nasional kisaran 5,9 ton.

Demikian disampaikan anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB, Luluk Nur Hamidah saat menyerahkan bibit dan hasil panen petani dalam acara Diseminasi Varietas Unggul Baru (VUB) padi khusus di Balai Desa Kragan, Selasa(14/9). Hadir dalam acara tersebut, kepala Dispertan Karanganyar, Siti Maesaroh dan jajaran Forkopimcam Gondangrejo.

Legislator dapil Karanganyar, Wonogiri, dan Sragen itu mengapresiasi kinerja BPPT Jateng dalam proses ini mulai dari pemilihan bibit hingga pendampingan terhadap petani.

“Kita lakukan uji varietas baru yang unggul di desa Kragan ini Alhamdulillah hasilnya baik, bahkan lebih dari rata-rata nasional, selisih 2 ton ini. Kita berharap ini jadi jawaban untuk kesejahteraan petani,” jelasnya kepada wartawan kemarin.

Selanjutnya, pendampingan pasar perlu dibuat jejaring baru, perlu gandeng petani milenial dan tokoh perempuan untuk pemasaran. Beras merah Arumba dan Pamera ini juga bisa mendukung pemerintahan untuk cegah stunting.

“Kita coba dorong pemerintah untuk menyarap beras ini, karena kualitas bagus, nutrisinya dibutuhkan untuk keluarga yang membutuhkan. Jangan kita kasih pangan yang tak bagus untuk keluarga stunting,” tegasnya.

Ditambahkan, Kepala BPPT Jateng, Joko Pramono, padi varietas unggul ini sejak 5 bulan lalu sudah ditanam di Desa Kragan, denfarm 10 hektar, setelah panen yang 5 hektar langsung dibawa pulang petani.

“Hari ini kita desiminasikan, kita perkenalkan dan nanti bisa bawa pulang dicicipi, ada jenis sijiteng itu padi hitam, padi merah pulen dan aromatik, arumba. Ini kita perkenalkan karena pasar banyak permintaan, padi merah biasanya pero ini pulen. Diminati pasar karena biasanya untuk konsumsi penderita diabetes,” terangnya. (yas/bis)