HATI-HATI! Jalan Pantura Kendal Banyak Lubang tak Beraturan

Pengguna jalan yang melintas di jalur pantura Kendal seperti yang masuk daerah Truko, Kecamatan Kangkung, harus ekstra hat-hati karena jalan berlubang. FOTO:ADYE VIANT/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID. KENDAL– Sepanjang jalan pantura wilayah Kendal mulai Kaliwungu hingga Weleri banyak ditemui lubang jalan dengan berbagai ukuran. Akibatnya, tak sedikit para pengguna jalan yang melintas baik dari arah timur maupun sebaliknya mengalami kecelakaan.

Bagi pengguna jalan, terutama roda dua harus ekstra hati-hati saat melintas di Jalur Pantura Kendal. Sebab, banyaknya lubang jalan yang memenuhi sepanjang jalan pantura tersebut akibat diguyur hujan deras yang terjadi selama beberapa pekan terakhir ini.

“Belum lagi ditambah dengan aktivitas banyaknya kendaraan besar seperti truk trailer yang mengangkut muatan berat. Hal itu menambah, beban jalan menjadi mudah rusak mengelupas sehingga berlubang dari kecil menjadi besar,” kata Suprapto (48) warga Truko Kangkung.

Berdasarkan pantauan Jateng Pos Jawa Pos Media Group di lapangan, jalan berlubang mulai bisa ditemui di Jalan Arteri Soekarno-Hatta Kaliwungu sampai Weleri. Sepanjang jalan baik dari arah timur maupun dari arah barat terutama pada jalan-jalan yang belum dibeton.

Lubang jalan dengan berbagai ukuran terjadi akibat intensitas curah hujan yang tinggi serta tonase kendaraan berlebihan. Lubang mulai nampak dari sisi timur, yakni Kecamatan Kaliwungu, Brangsong, Kendal, Patebon, Cepiring, Gemuh hingga Weleri.

Tak pelak dengan kondisi tersebut banyak menuai keluhan dari pengguna jalan maupun masyarakat setempat. Salah satunya para pengendara roda dua yang banyak dirugikan dengan adanya lubang jalan.

 

“Banyak lubang dan bekas tambalan jalan yang akhirnya berlubang kembali, sebab jalan digerus air hujan. Pengendara harus ekstra hati-hati, meleng sedikit, bisa hilang nyawa, karena lubang jalan bisa membuat pengendara roda dua tergelincir jatuh,” keluh Suratno pengguna jalan, Senin (22/1).

Ia menambahkan, lubang jalan yang banyak ditemui disepanjang jalan pantura Kendal tersebut yang lebih miris lagi disaat pada malam hari. Dengan lampu penerangan jalan umum yang minim membuat kondisi jalan jadi gelap menyebabkan pengguna jalan harus waspada.

“Kalau jalan sudah dibeton aman, tidak ada lubang. Sedangkan aspel banyak yang mengelupas. Kondisi ini berbahaya, terutama malam hari. Karena pengendara  motor, khususnya roda dua  karena lubang tidak begitu jelas terliat,” imbuh warga Ketapang Kendal ini.

Menanggapi banyaknya keluhan, Kasat Lantas Polres Kendal AKP Edi Sutrisno saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat ke dinas terkait ditingkat kabupaten maupun provinsi agar segera ditindak lanjuti.

“Jika tidak segera ditambal, tidak menutup kemungkinan akan memakan korban. Kami juga sudah melayangkan surat ke dinas terkait baik ditingkat kabupaten maupun provinsi agar segera ditangani terkait banyaknya jalan berlubang tersebut,” terangnya.

AKP Edi Sutrisno menyampaikan, selain mengirimkan surat ke dinas terkait pihaknya juga tidak tinggal diam yaknid engan melakukan penambalan jalan sementara menggunakan aspal bekas di beberapa titik dengan maksud untuk menguramngi lakalantas.

“Beberapa hari kemarin kita juga sudah melakukan penambalan jalan berlubang di beberapa titik lokasi jalan pantura. Tujuannya untuk mengurangi angka lakalantas, seperti di jalan Ketapang, Brangsong, Kaliwungu. Sebab jalan berlubang sangat banyak dengan berbagai ukuran,” jelasnya.

Dia menghimbau kepada masyarakat terutama pengguna jalan yang melintas di jalur pantura Kendal agar tetap waspada dan selalu ekstra hati-hati dalam berkendara. “Gunakanlah kecepatan yang standar dan tetap patuhi rambu-rambu jalan. Sebab, kondisi jalan banyak berlubang,” pungkas AKP Edi Sutrisno. (via/muz)