28 C
Semarang
Sabtu, 28 Februari 2026

Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak yang Jasadnya Dibuang di Kolong Tol Semarang – Bawen Ditangkap !

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Biadab !!! Kata tersebut pantas disematkan kepada pelaku pembunuhan yang juga membuang jasad ibu dan puteranya di kolong jembatan Tol Semarang – Bawen.

Tersangka, Dony Christiawan Eko Wahyudi (31), ditangkap polisi yang mengusut dugaan pembunuhan ibu dan anak yang jasadnya dibuang di kolong atau bawah jembatan Susukan Tol Semarang-Bawen. Pelaku diketahui menjalin hubungan dengan korban dan juga bekerja sebagai tenaga kesehatan (nakes).

“Pelaku dan korban (perempuan) sesama tenaga kesehatan (nakes), vaksinator,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Djuhandhani Rahardjo Puro, kepada wartawan di Mapolda Jateng, Jumat (18/3/2022).

Pelaku warga warga Lasem, Kabupaten Rembang, Jateng, itu ditangkap di depan Mapolda Jawa Tengah, Rabu (16/3) malam. Saat itu pelaku berniat menutupi perbuatan sadisnya dengan melapor ke polisi bahwa telah kehilangan pacar.

“Yang bersangkutan ditangkap di depan Mapolda Jateng,” ungkapnya.

Djuhandani menjelaskan, pelaku dan korban bernama Sweetha Kusuma Gatra Subardiya (32) sudah kenal sejak Oktober 2021.

“Tersangka masih terikat perkawinan dan punya satu anak,” ungkap Djuhandhani.

Pelaku ternyata juga membunuh anak Sweetha bernama Muhammad Faeyza Alfarisqi berusia 4 tahun. Aksi pembunuhan anak itu dilakukan 20 Februari 2022 dengan disiksa dan dibiarkan meninggal kelaparan. Jasad anak itu dibuang dari jembatan Tol Susukan KM 426, sedangkan Sweetha dibuang tanggal 7 Maret 2022 di KM 425.

Baca juga:  Pidato HUT ke-52 PDI Perjuangan, Megawati Singgung Polri Dimanfaatkan Golongan

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik didapatkan temuan baru. Bahwa yang buang dahulu adalah anak dari korban Sweetha,” terangnya.

Penyelidikan terhadap pelaku, lanjut dia, diketahui jika jasad Faeyza dibuang lebih dahulu oleh pelaku pada 20 Februari 2022. Ia menjelaskan bocah 5 tahun tersebut diduga tewas setelah dianiaya pelaku.

Ia mengungkapkan pelaku memutuskan memilih membuang korban di bawah jembatan tol berdasarkan survei melalui aplikasi “Google Maps”. “Pelaku beralasan lokasi itu jauh dari permukiman,” ucapnya.

Hilangnya Faeyza, menyebabkan ibunya curiga dan menanyakan-nya ke pelaku.

Ia menuturkan pelaku akhirnya membunuh korban Sweetha di sebuah hotel di Semarang setelah diduga ditagih terus tentang keberadaan anaknya.

“Jasad korban Sweetha dibuang ke lokasi yang sama karena pelaku berpikir keberhasilan dari aksi pertamanya yang tidak terungkap,” tuturnya.

Baca juga:  Rapat Koordinasi PPKBD Ngudi Lestari Bonang sebagai Wadah Komunikasi Tenaga Lini Lapangan Program Banggakencana

Saat ini, kata dia, penyidik masih mendalami lokasi yang diduga sebagai tempat penganiayaan korban Faeyza hingga tewas.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Undang-undang 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Sementara Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan Polda Jawa Tengah Kombes Pol.Sumi Hastry menyebut terdapat luka di bagian leher Sweetha yang diduga sebagai penyebab korban mati lemas. “Setelah korban meninggal baru dibuang ke bawah jembatan tol,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi menyelidiki penemuan jasad perempuan tanpa identitas di bawah jembatan Tol Semarang-Solo di Km 425 di wilayah Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (13/3/2022), yang diduga merupakan korban pembunuhan.

Penemuan jasad perempuan tanpa identitas itu sendiri bermula dari laporan warga pencari rumput di sekitar lokasi.

Saksi yang sedang mencari rumput tersebut mencium bau busuk yang berasal dari bungkusan yang tertutup kain sarung.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke polisi yang ditindaklanjuti dengan olah tempat kejadian peristiwa. Dari hasil olah tempat kejadian diketahui leher dan kaki korban juga terikat kain sarung.(rit)



TERKINI

Rekomendasi

...