JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah Menteri, Wakil Menteri, dan Kepala Badan di Istana Negara, Rabu (17/9). Salah satu terlantik yang jadi perhatian publik, Erick Thohir dilantik sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, sedangkan ia masih menjabat sebagai Ketua Umum PSSI. Rangkap jabatan diembannya memantik perdebatan.
Erick Thohir ditemui wartawan sesusai pelantikan mengaku tahu akan dilantik sebagai Menpora setelah ditelepon Sekretariat Kabinet (Setkab) Merah Putih untuk menghadiri pelantikan. Terkait jabatan sebagai Ketum PSSI ia pasrahkan pada keputusan FIFA.
“Saya cuma ditelepon Setkab hadir di pelantikan. [Soal jabatan Menpora dan Ketua PSSI?] Nanti itu kan ada prosesnya di FIFA. FIFA sebagai badan olahraga sepak bola tertinggi di dunia itu nanti mereka yang menentukan. Semua ikuti aturan dari FIFA,” ucap Erick di Istana Negara.
Selanjutnya, saat dimintai keterangan wartawan, Erick mengaku sudah mundur dari Ketua Komite WasitĀ PSSI. IaĀ menunjuk Yoshimi Ogawa untuk menggantikan dirinya sebagai Ketua Komite WasitĀ PSSI.
Sebelumnya, pria asal Jepang itu menjabat sebagai Wakil Ketua Komite WasitĀ PSSI. Keputusan itu melihat Yoshimi Ogawa dapat bersikap integritas. Diharapkan, ada banyak perubahan terkait performa pengadil lapangan saat memimpin pertandingan sepak bola di kompetisi Indonesia.
āSaya ingin menyampaikan Komite WasitĀ PSSIĀ nanti dipimpin langsung oleh Yoshimi Ogawa, bukan saya lagi,ā kata ErickĀ kepada awak media, seperti dilansir dari bola.
Selanjutnya,Ā iaĀ menyebut bahwa Ketua Komite TeknisĀ PSSIĀ dipimpin oleh Alex Zwiers. Sosok pria asal Belanda itu juga menjabat sebagai Direktur TeknikĀ PSSI.
Untuk Ketua Komite DisiplinĀ PSSIĀ akan dipegang Umar Hussein. Nantinya, Umar Hussein akan memaparkan pekerjaannya kepada Anggota ExcoĀ PSSI pada Kamis (18/9/2025) hari ini.
Ketua Komite BandingĀ PSSIĀ dipimpin oleh Ali Mukartono. KataĀ Erick keputusan ini diambil sesuai rapat Anggota ExcoĀ PSSIĀ beberapa waktu lalu.

Konflik Kepentingan
Menanggapi pernyataan Erick, pengamat sepak bola dari Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, menilai rangkap jabatan Erick potensi konflik kepentingan tetap terbuka lebar meski ada contoh pejabat lain yang juga merangkap jabatan di cabang olahraga.
Akmal mengingatkan bahwa sejumlah aturan sebenarnya sudah mengatur larangan pejabat negara memimpin organisasi olahraga. Ia merujuk Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN) Nomor 3 Tahun 2005 Pasal 40, serta UU Keolahragaan Nomor 11 Tahun 2022.
Selain itu, UU Kementerian Negara Pasal 23, yang diperkuat dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 128/PUU-XXIII/2025, juga melarang menteri atau pejabat setingkat menteri merangkap jabatan.
āKalau undang-undang itu mau diberlakukan, maka semua cabang olahraga tidak boleh dipimpin pejabat negara. Jangan parsial. Kalau mau ditegakkan, ya semua harus mundur, bukan hanya Erick Thohir,ā ujar Akmal, Rabu (17/9).
Akmal mencontohkan langkah Zainudin Amali, yang pada 2023 memilih mundur dari kursi Menpora saat terpilih sebagai Wakil Ketua Umum PSSI. Menurutnya, keputusan itu bukan sekadar soal aturan, melainkan soal etika.
āPak Zainudin itu patut dijadikan contoh. Dia memilih fokus di PSSI dan mundur dari Menpora. Kalau saya pribadi, pegang satu saja lebih baik,ā ujarnya.
Meski statuta PSSI tidak secara eksplisit melarang rangkap jabatan, Akmal menilai konsistensi aturan dan etika jauh lebih penting. Lebih jauh, Akmal menekankan penerapan aturan seharusnya berlaku merata. Ia menyebut nama-nama lain yang juga merangkap jabatan, seperti Listyo Sigit Prabowo yang menjabat Ketua Umum PB ISSI.
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian sebaliknya, ia menyambut Erick sebagai Menpora menggantikan Dito Ariotedjo. Lalu mengatakan tidak ada aturan yang mewajibkan Erick Thohir dari Ketum PSSI.
“Pertama, kami Komisi X menyampaikan selamat kepada Pak ET. Bagi kami di Komisi X siapapun yang dipilih oleh presiden, itu adalah yang terbaik bagi bangsa dan negara untuk membantu beliau melaksanakan program prioritas di bidang olahraga dan pemuda,” kata Lalu kepada wartawan, Rabu (17/9).
Lalu meyakini Erick Thohir mampu melaksanakan tugas sebagai Menpora. Namun, ia mengingatkan masih banyak PR yang harus dikerjakan Erick Thohir.
“Kita harus memiliki desain besar olahraga nasional untuk cabor-cabor prestasi yang akan dipertandingkan di pentas dunia. SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade harus menjadi prioritas Menpora baru. Pembinaan atlet cabor prestasi, tidak boleh ada pembedaan pembinaan cabor-cabor yang ada,” ucap dia.
Pengangkatan Erick dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 96P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024-2029, yang ditandatangani pada 17 September 2025.
Sebelumnya, Prabowo lebih dulu melakukan reshuffle kabinet pada Senin (8/9) lalu, ada 5 posisi yang di-rhesuffle yakni Menko Polkam Budi Gunawan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri P2MI Abdul Kadir Karding, Menteri Koperasi Budi Arie, dan Menpora Dito Ariotedjo.
Saat itu Prabowo melantik 3 menteri yakni Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri P2MI Mukhtarudin, dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono.
Adapun para Menteri, Wakil Menteri dan Kepala Badan yang dilantik Prabowo, Rabu (17/9/2025) sebagai berikut:
Menko Polkam: Djamari Chaniago
Menpora: Erick Thohir
Kepala Kantor Staf Presiden: Muhammad Qodari
Penasihat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas dan Reformasi Polri: Ahmad Dofiri
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah: Angga Raka Prabowo
Wamenaker: Afriansyah Noor
Wamenhut: Rohmat Marzuki
Wamenkop: Farida Faricha
Wakil Kepala BGN: Naniek S Dayang
Wakil Kepala BGN: Sonny Sanjaya
Kepala LKPP: Sarah Sadiqa. (dbs/muz)








