JATENGPOS.CO.ID, BEKASI- Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan Operasi Lilin pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) berakhir pukul 00.00 WIB Sabtu (3/1/2026), namun melihat dinamika operasi masih berlangsung dan diperkirakan situasi harkamtibmas dan kamseltibcarlantas masih perlu pengawalan.
Pernyataan tersebut disampaikan Irjen Agus saat memimpin apel Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di Command Center Km 29, Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat. Apel itu diikuti seluruh jajaran Korlantas Polri untuk memperpanjang masa Operasi Lilin hingga akhir pekan mendatang.
“Jadi diperkirakan nanti (dini hari tadi, red) selesai jam 00.00 dilanjutkan kegiatan KRYD. Jadi terima kasih rekan-rekan sudah melaksanakan tugas dengan baik. Tetapi KRYD ini juga penting untuk mengelola baik kamseltibcarlantas termasuk juga harkamtibmas,” kata Irjen Agus dalam pidatonya.
Irjen Agus memprediksi puncak arus balik libur Nataru akan berlangsung pada Minggu (4/1/2026) besok. Kini rekayasa lalu lintas disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik.
“Arus balik diperkirakan tanggal 4 (Januari). Kita monitor traffic counting-nya seperti apa, bangkitan arusnya seperti apa, tetapi saya yakin ini bisa dikendalikan karena persentase daripada kendaraan yang sisa ke luar, ke Jakarta dan sisa yang masuk ke Jakarta tidak terlalu tinggi,” tegasnya.
Dia menerangkan, apabila lonjakan arus lalu lintas naik signifikan bakal dilakukan one way. Namun menurutnya, contraflow lebih masuk akal bila lonjakan arus tak terlalu tinggi.
“Artinya tidak terlalu kemungkinan untuk di one-way, saya rasa tidak. Jadi paling nanti mungkin contraflow apabila di tanggal 4 itu nanti bangkitan arusnya cukup tinggi tetapi tidak terlalu signifikan,” jelas dia.
Selanjutnya dia menyampaikan, saat perayaan Natal dan Tahun Baru situasi terkendali. Dia mencatat sudah 2,4 juta kendaraan meninggalkan Jakarta via tol dalam momen tersebut.
“Rekan-rekan sekalian, saya sampaikan bahwa kendaraan yang keluar Jakarta dari proyeksi 2,9 juta sudah keluar Jakarta 2.480.165, jadi sudah 85,5%. Jadi masih ada beberapa ribu lagi yang kemungkinan akan keluar Jakarta,” katanya.
Kini, berdasarkan perhitungan sudah sebanyak 2,3 juta kendaraan masuk atau kembali ke Jakarta menjelang puncak balik. Dia menyebut arus balik saat ini masih terkendali.
“Termasuk juga yang masuk ke Jakarta, dari proyeksi 2,8 juta sudah masuk Jakarta 2.303.572. Ini rekan-rekan yang perlu kita antisipasi baik yang keluar baik yang masuk, sisanya tinggal kurang lebih hampir 300.000 saja. Artinya ini masih bisa kita kendalikan. Kalau kita lihat dari tahun lalu kenaikan hanya antara 12 sampai 15%. Artinya kondisi lalu lintas bisa kita kendalikan baik yang mudik dan yang balik,” ungkapnya.
Irjen Agus juga menyampaikan angka meninggal dunia karena kecelakaan selama Operasi Lilin Natal 2025 dan tahun baru 2026 turun hingga 25 persen. Irjen Agus menyebut jumlah angka kecelakaan juga turun.
“Saya sangat bangga sekali karena pada Operasi Nataru ini jumlah laka lantas fatalitas korban meninggal dunia turun 25 persen. Jadi fatalitas korban meninggal turun 25 persen. Tahun lalu kejadian menonjol tiga, tahun ini satu, berarti turunnya banyak. Itu yang menonjol. Jumlah peristiwanya juga turun kurang lebih 7 persen,” tandasnya.
Irjen Agus menyebut hal ini berkat kerja keras jajarannya yang siaga saat mengamankan jalannya Operasi Lilin, baik saat arus mudik maupun balik. Menurutnya, seluruh anggota telah bekerja keras.
“Jadi, rekan-rekan yang di lapangan, para direktur, para kasat lantas di lapangan capek, tetapi hasil angkanya ini bisa menurunkan fatalitas korban meninggal dunia turun 25 persen dari 450 orang meninggal dunia turun menjadi 338, jadi 25 persen,” jelas dia.
“Saya bangga sekali, saya senang rekan-rekan bekerja baik yang ada di posko, baik yang ada di jalan tol, baik yang pamatwil, ini bagian daripada salah satu indikator keberhasilan daripada Operasi Nataru. Peristiwa yang laka itu dari 2.900 turun menjadi 2.793. Ada penurunan yang luar biasa,” imbuh dia.
Selanjutnya, Irjen Agus menyampaikan pemantauan arus lalin di jalan tol, arteri, hingga pelabuhan dan penyeberangan masih berlangsung hingga akhir pekan.
“Semua lini tolong dicek. Empat klaster itu harus dicek, Situasi lalin di tol seperti apa. Situasi lalin di arteri, jalan nasional, bahkan jalan alternatif tolong dicek. Pelabuhan penyeberangan baik Bakauheni, Merak, termasuk Gilimanuk, Ketapang, dan yang ada di luar Jawa. Tolong Posko cek semuanya. Ingatkan semuanya bahwa ini operasi, tidak boleh ada yang main-main, harus ada di lapangan, harus tahu betul,” pungkasnya. (dtc/muz)

