Heboh, Pembunuh Restu Di Dor Polisi Gara Gara Uang Ghaib

Mus (45) dirawat di RS setelah dilumpuhkan polisi.

JATENGPOS.CO.ID, BATANG – Tim Buser Polres Batang dan Unit Reskrim Polsek Gringsing meringkus seorang pria berinisial Mus, 45 warga Rt 5 Rw 6 Dukuh Segan Desa Sawangan Kecamatan Gringsing – Batang pada Minggu sore. Mus dibekuk karena diduga kuat membunuh Restu Novianto (37), warga Rt 3 Rw 3 Desa Plelen Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang. Bahkan, polisi menembak  kaki Mus  karena berusaha melawan ketika akan ditangkap.

Pembunuhan itu sendiri bermotif penggandaan uang.  Mus membunuh Restu dan menguburnya di kebun sengon milik pemerintah Desa Sawangan. Kapolsek Gringsing, AKP Sugiyanto menjelaskan, kejadian berawal pada Rabu (15/11) pukul 06.30 WIB, Restu  berpamitan pada istrinya, Sri Hartatik untuk bertemu temannya dengan alasan akan menggandakan uang. Namun sejak pergi, Restu Novianto tidak juga pulang ke rumah. Istrinyapun melapor ke Polsek Gringsing. Polisi lalu menyelidiki.  “Berdasarkan ciri-ciri motor yang dipakai Restu, yaitu Honda Beat No G 5400 GV, kita mencurigai motor itu  dipakai oleh Mus. Lalu kami tangkap Mus,” jelas Kapolsek Gringsing AKP Sugiyanto pada Senin (11/12) pagi.

Mus terpaksa ditembak kakinya karena berusaha melawan ketika akan ditangkap. Saat interogasi, Mus mengaku  membunuh Restu Novianto. Jasad Restu dikuburkan di kebun sengon yang milik pemerintah Desa Sawangan.  Musmenghabisi Restu  dengan cara memuntir leher korban. Setelah tewas, jasad korban  dikubur di tanah tegalan. Polisi yang datang mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang police line. Saat ini Mus sudah ditahan polisi.

Evakuasi jasad korban pembunuhan di kebun Sengon Desa Sawangan Kecamatan Gringsing.

Terungkap,  pembunuhan ini bermula dari kejengkelan Mus pada Restu Novianto. Mus merasa kesal karena terus menerus ditagih hasil penggadaan uang yang dijanjikannya. Pada Rabu (15/12) adalah hari terakhir Restu bertemu dengan istrinya yang tengah hamil tua. Restu pamitan pada istrinya untuk mengambil uang ghaib yang akan dipanennya. Sebab, Restu dijanjikan oleh Mus, bisa mengambil hasil penggandaan uang di tengah hutan sengon, Desa Sawangan, persis dibawah sebuah pohon Nangka.

Namun, dihari itu juga, Mus sudah menyiapkan mengeksekusi Restu. Mus menyuruh Restu bersemedi,  lalu Mus  memukul kepala Restu dengan kayu hingga pingsan. Restu juga dicekik dan lehernya dipatahkan berulangkali. Setelah Restu tewas, lalu  Mus menggali tanah dengan cangkul dan  mengubur Restu. Selanjutnya menutup kuburan  dengan belasan pohon pisang. Setelah menguburkan jasad korban, pelaku kemudian pulang kerumah, dan membawa motor milik korban. Bahkan, pelaku sempat mengaku kepada sejumlah tetangganya, telah membeli motor baru dan membuat selamatan.

Pada 5 Desember 2017,  istri korban yang baru melahirkan, dimintai keterangan oleh anggota Bhabinkamtibmas Polsek Gringsing, terkait kabar hilangnya korban. Dari keterangan yang didapat, Unit Reskrim Polsek Gringsing langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, ditemukan bahwa Mus mengendarai sepeda motor milik Restu. Selanjutnya pada Minggu, 10 Desember 2017, tim Buser Polres Batang, petugas Unit Reskrim Polsek Gringsing  menangkap Mus. Selanjutjnya pada Senin, (11/12),  polisi mengevakuasi dan mengoutopsi jasad Restu. Proses evakuasi dan outopsi jasad Restu Novianto berlangsung ramai. Ratusan warga  memadati lokasi kejadian. Evakuasi dipimpin Wakapolres Batang, Kompol Hendry Yulianto didampingi Kasatreskrim AKP. Eko Marudin dan Kapolsek Gringsing, AKP Sugiyanto. Usai outopsi, jasad Restu diserahkan pada keluarga untuk dimakamkan. (Jon/dik)