JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG– Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film nasional bertema inspiratif.
Kali ini berjudul Lyora, Penantian Buah Hati, pada Rabu malam, 13 Agustus 2025 pukul 19.00 WIB di Bioskop Queen City Mall Semarang.
Acara ini dihadiri 103 peserta yang terdiri dari pengurus, anggota INTI, serta perwakilan komunitas dan keluarga muda.
Film Lyora, Penantian Buah Hati mengangkat kisah nyata Menkominfo Meutya Hafid dalam perjuangan panjang dan penuh haru menanti kehadiran buah hati. Film ini sarat akan pesan keteguhan hati, kekuatan cinta, dan nilai-nilai keluarga yang relevan bagi siapa saja yang tengah menghadapi ujian dalam rumah tangga maupun kehidupan pribadi.
Ketua INTI Jawa Tengah, Gouw Andy Siswanto, melalui pesan singkatnya menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap karya anak bangsa yang tidak hanya menyentuh sisi emosional, tetapi juga menguatkan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas.
“Film Lyora adalah kisah yang sangat menyentuh dan relevan, terutama bagi keluarga muda dan perempuan. Melalui film ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk menghargai setiap proses kehidupan dengan sabar, tulus, dan penuh harapan. Karena dalam penantian, sering kali lahir kekuatan dan makna hidup yang lebih dalam,” ujar Endang Setiarini Sutrisno Ketua Perempuan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (PINTI) Jawa Tengah
Sekretaris INTI Jawa Tengah, Harwiyono, S.H., menambahkan bahwa Lyora merupakan film yang tidak hanya mengisahkan perjuangan pribadi. Tetapi juga menggambarkan kekuatan seorang perempuan dalam menghadapi tekanan sosial dan batin.
“Kami percaya film ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak pasangan dan keluarga untuk tidak pernah kehilangan harapan, meskipun dalam situasi yang sulit,” katanya.
Acara nobar ini juga menjadi wadah silaturahmi dan diskusi hangat antar peserta tentang makna keluarga, ketegaran, dan peran perempuan dalam kehidupan sosial maupun berbangsa.
“Banyak hal yang bisa kita perjuangkan dalam hidup, salah satunya adalah membangun keluarga yang penuh kasih dan kesabaran. Film Lyora mengajarkan bahwa cinta tidak berhenti pada keberhasilan, tetapi juga dalam kegigihan untuk terus percaya,” tutur Gouw Andy Siswanto saat menutup acara.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perhimpunan INTI, Candra Jap, menyampaikan, INTI berkomitmen untuk terus mendorong ruang-ruang silaturahmi dan pertemuan melalui film, seni, dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa.
“Kisah Bu Meutya Hafid dalam film Lyora adalah bentuk nyata keteladanan perempuan Indonesia. Melalui kisah ini, masyarakat diingatkan bahwa perjuangan tidak melulu soal karier atau politik, tetapi juga perjuangan batin yang jauh lebih sunyi namun bermakna. INTI akan terus mendukung film-film seperti ini dan membawa pesan positifnya ke berbagai daerah,” ujar Candra Jap.
Dengan semangat dan harapan yang dibawa oleh film ini, INTI berharap generasi muda Indonesia semakin memahami pentingnya peran keluarga, kekuatan doa, dan keteguhan hati dalam membangun masa depan bangsa.(*/jan)



