29 C
Semarang
Sabtu, 14 Februari 2026

‘ Mood Swing ‘ Album Mini Kedua Pamlax, Usung Karya Musik Revivalist 90’an

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Geliat revivalist music 90an, bakal terus menerjang skena musik Tanah Air di tahun 2026 ini. Geliat tersebut, dibuktikan dengan munculnya Pamlax band yang dihuni duo kakak beradik asal Semarang.

Meski terbilang grup musik pendatang baru, namun eksistensi Duo bersaudara bernama Ellkalle (vokal & gitar) dan Millo (drum) yang terbentuk pada tahun 2024, keduanya mampu unjuk gigin dalam karya musik profesional.

Genre musik yang diusungnya pun tak main – main. Duo bersaudara itu, konsisten ke ranah musik alternative rock, grunge, dan pengaruh 90’s hardcore.

“Genre GrungeGaze yang kami usung adalah representasi dari dua kepala dengan referensi berbeda, seperti anak lugu yang masih mencari bentuk idealisme bermusik.” kata Millo, kepada JATENGPOS, di sebuah cafe di Semarang, belum lama ini.

Lanjutnya, PAMLAX juga telah merilis mini album debut berjudul ‘ in No Cent ‘ berisi 8 lagu, direkam secara mandiri di home studio RPG Music Labs Surabaya. Diproduksi oleh ParaRebahRecords, dengan artwork dikerjakan oleh @subsonichands

Baca juga:  Waroeng Kupi Aceh, Persembahan Kopi dan Barista Asli Aceh

Atas keberhasilan debutnya pada karya musik mini album tersebut, kini PAMLAX kembali meluncurkan mini album kedua ‘ Mood Swing ‘ yang menggabungkan sensibilitas melody dengan mood yang gelap dan berdengung.

Mendengarkan “Mood Swing” ini layaknya menaiki wahana roller coaster yang naik turun dengan cepat, sebagaimana mood anak remaja usia belasan.

“Seperti mereka yang merasa si paling apapun, dengan segala kompleksnya yang tiba – tiba girang, riang, marah seketika, sedih kami berdua merangkumnya,” ungkap Millo.

Senada, Ellkale sang vokalis sekaligus pencabik gitar muda berbakat ini, menambahkan, mini album terbarunya.

Berisi enam lagu yaitu Floating, Hungry Buzz, Deadlock, Sunwish, Clean O dan ditutup dengan Grey.

“Dari enam lagu tersebut, Pamlax mencoba menangkap gelombang sound dari era 90-an, mengambil elemen terbaik dari alt-rock grungy 90-an, emo, shoegaze, dan indie/power-pop dengan hook yang catchy,” katanya.

Meskipun secara musikal mengalami pergeseran signifikan, PAMLAX tetap setia mengangkat tema isu fenomena alam hingga kehidupan remaja. Dengan emosi yang lebih mentah dan jujur.

Baca juga:  Selama PPKM Darurat, Mola TV Gratiskan Tayangan Hiburan

Menariknya, ada dua lagu yang menggunakan bahasa Inggris, yaitu Deadlock dan Hungry Buzz, sebagai bentuk eksplorasi ekspresi yang lebih luas.

Seluruh proses rekaman pada mini album  ‘ Mood Swing ‘ dikerjakan secara mandiri di home studio mereka sendiri, mempertegas semangat dari indie band.

Mini album ‘ Mood Swing ‘ akan dirilis Irama records pada 10 Februari 2026 yang dapat dinikmasi penggemar musik revolusi melalui digital stores serta rilisan fisik berupa CD secara independen bersama Pararebah Record, label indie Surabaya milik orang tua para personil PAMLAX.

“Kami juga akan mempersiapkan agenda tour lintas Jawa – Bali di bulan April nanti. Pada tour bertajuk Selat Bising Distorsi Jawa – Bali tour 2026 ini, sebagai pembuka band celtic punk asal Malaysia, End23, yang juga sedang melakukan tour di Indonesia,” pungkas Ellkale. (ucl/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...