Horeee !!! Tol Sayung – Demak Dibuka Dua Arah

MOBIL KECIL : Petugas lalu lintas mengatur penggunaan mobil kecil yang melintas jalan tol untuk menghindari kemacetan di jalur Semarang – Demak. Foto : Adi P/Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, DEMAK – Untuk mengurai kemacetan akibat pembongkaran jembatan Wonokerto, sejak tanggal 18 November, jalan Sayung – Demak dibuka dua arah.

Jalan tersebut dibuka mulai pukul 06.00 pagi dan ditutup kembali pukul 18.00 atau selama 12 jam.

Selama waktu tersebut pengguna mobil kecil bisa melintas jalan tol untuk menghindari kemacetan di jalur Semarang – Demak.

Humas PT PP Semarang – Demak Robbi Sumarna menegaskan, pembukaan jalur tol ini bersifat sementara untuk membantu mengurai kemacetan di jembatan Wonokerto yang tengah dilakukan pembongkaran.

“Jadi ini sifatnya masih sementara dan baru tahap uji coba, rencananya tanggal 23 November mendatang akan kita evaluasi lagi. Sebab jalan ini masih sangat berbahaya, karena memang belum layak fungsi. Sebab jika terjadi kecelakaan tidak ada yang menanggung,” ujarnya.

Robbi juga mewanti-wanti para pengguna jalan tol sementara ini, agar tidak memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

“Saya harap pemakai jalan tol sementara agar tidak memacu kendaraannya dengan kencang sebab sangat berbahaya karena memang belum berfungsi, selain itu kami juga tidak menyiapkan patroli atau rescue di jalan tol,” tegasnya.

“Jadi mohon diinformasikan kalau ini di buka hanya sebatas jalur alternatif sementara saja,” pungkasnya.

Tol Semarang – Demak memiliki panjang 26,95 km yang dibangun dalam 2 seksi melalui skema Kerja Sama Badan Usaha dengan Pemerintah (KPBU) yakni Seksi 1 untuk ruas Semarang/Kaligawe-Sayung sepanjang 10,39 km menjadi porsi pemerintah (APBN) dengan kebutuhan biaya Rp10 triliun. Sementara Seksi 2 untuk ruas Sayung-Demak sepanjang 16,31 km porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Pembangunan Perumahan Semarang Demak.

Untuk Seksi 1 telah dilaksanakan kontrak dengan paket pekerjaan peninggian Jembatan Kaligawe, elevated freeway, dan pile slab untuk 1A, pekerjaan tanggul laut dan jalan utama, on/off ramp, Jembatan Kali Babon dan Sayung serta rest area dan Gerbang Tol untuk 1B, pembangunan Kolam Retensi Terboyo sekitar 189 hektare dan Sriwulan sekitar 28 hektar, Rumah Pompa Terboyo dan Sriwulan untuk 1C.

Pada Seksi 1 saat ini sedang dilakukan trial embankment sepanjang 400 meter dengan progres 48,89 persen dan diharapkan selesai pada Januari 2023. Sedangkan Pembangunan Seksi 2 dilaksanakan oleh PT PP-PT WIKA Konsorsium Maratama-Studi Teknik (KSO) dan Konsultan Supervisi PT Virama Karya (Persero) dengan nilai investasi sebesar Rp5,44 triliun.

Diharapkan dengan pembangunan jalan tol yang terintegrasi tanggul laut ini, permasalahan banjir rob di Semarang Timur khususnya Kaligawe – Sayung dapat teratasi pada akhir 2023. (adi/jan/rit)