Beranda Jateng HUT Ke-69, IDI Banjarnegara Salurkan 225.000 Liter Air Bersih Untuk Masyarakat Kekeringan

HUT Ke-69, IDI Banjarnegara Salurkan 225.000 Liter Air Bersih Untuk Masyarakat Kekeringan

141

JATENGPOS.CO.ID, Banjarnegara – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menyalurkan 225.000 liter air bersih untuk membantu masyarakat yang mengalami kekeringan, kata Koordinator Pengabdian Profesi IDI Cabang Banjarnegara dr. Jalu Trasnolo Bangun.

“Penyaluran bantuan air bersih ini sebagai wujud bakti dokter Indonesia dalam rangka memperingati HUT Ke-69 IDI. Bantuan air bersih ini kami salurkan untuk warga yang mengalami kekeringan di 44 desa se-Kabupaten Banjarnegara,” katanya di Banjarnegara, Jumat.

Ia mengatakan penyaluran bantuan air bersih itu dilakukan secara bertahap selama 15 hari dan setiap harinya sebanyak 15.000 liter yang disalurkan.

Dia mengharapkan dengan adanya penyaluran air bersih itu, kebutuhan dasar manusia dapat terjaga karena air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital.

“Dengan sulitnya air bersih, dikhawatirkan kesehatan warga menjadi terganggu,” katanya.

Salah seorang Panitia Peringatan HUT Ke-69 IDI Tingkat Kabupaten Banjarnegara dr. Aida Fitriani mengatakan selain menyalurkan bantuan air bersih, pihaknya juga menggelar pengobatan gratis di Dusun Linggasari, Desa Kebondalem, Kecamatan Bawang, Banjarnegara.

“Warga memberikan respons positif atas kegiatan pengobatan gratis yang kami gelar. Keluhan warga bervariasi, dari gatal, rheumatik, hipertensi, dan sebagainya,” katanya.

Sementara itu, Ketua IDI Cabang Banjarnegara dr. Agus Ujianto, Sp.B. mengatakan persoalan kesehatan jasmani dan rohani merupakan fondasi penting untuk bangsa yang majemuk ini.

Jika mau diselisik lebih jauh, kata dia, permasalahan yang ada di masyarakat yang penting dan menjadi perhatian IDI di antaranya persoalan kesehatan politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya, bahkan kesehatan dalam pertahanan dan keamanan.

“Kita konsentrasi dalam dunia kesehatan, kesehatan yang menyeluruh,” katanya.

Menurut dia, hal itu karena adanya kenyataan bahwa anggota IDI tersebar di semua lini, baik di layanan kesehatan maupun bidang lainnya.

Ia mengatakan adanya ketersebaraan anggota IDI dan kesibukan yang menyita banyak waktu itu membuat pihaknya harus bergandeng tangan dengan pihak lain untuk program-program kemanusiaan, baik kerja sama dengan TNI, Polri, pemerintahan, termasuk organisasi jurnalistik seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

“Menuju beberapa program di lapangan, kita harus menggandeng sejumlah institusi, organisasi profesi, serta komunitas komunitas yang menjadi mitra kita. Hari ini di sejumlah titik kita melakukan bakti sosial, sebagai wujud nyata sebagai bentuk pengabdian untuk masyarakat,” katanya. (fid/ant)