Impian Persipa Terancam Kandas, Tak Ada Anggaran Peluang ke Liga IV Tipis

Jika pengurus Persipa tidak mengajukan proposal atau rancangan anggaran belanja (RAB). Anggaran untuk Persipa pada tahun 2018 ini terancap tidak dapat diberikan. FOTO: MELANDY KURNIA PUTRA/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, PATI – Tidak adanya komunikasi aktif antara jajaran pengurus skuad Persipa dengan Pemkab maupun DPRD Pati,  tentu saja menjadikan bumerang bagi tim sepak bola kebanggaan masyarakat Kabupaten Pati tersebut.

Sebab jika pengurus Persipa tidak segera mengajukan proposal atau rancangan anggaran belanja (RAB) bagi operasional pengembangan tim, maka anggaran untuk Persipa tahun 2018  ini terancam tidak dapat diberikan.

“Kita sebagai wakil rakyat selalu mendukung Persipa. Tetapi kalau pengurusnya tidak pernah berkomunikasi baik lisan maupun lewat proposal, mau bagaimana lagi. Karena semua harus sesuai mekanisme,”  kata Wakil Ketua III DPRD Pati, Joni Kurnianto, kemarin.

Joni mengakui, selama ini Pemkab Pati melalui bupati maupun DPRD, selalu siap sedia mendukung penuh kiprah dari tim berjuluk Laskar Syaridin itu. Namun dengan syarat, para pengurus Persipa mau berkomunikasi dengan baik kepada pemerintah.

“Ini aneh, kita dituduh tidak memberikan anggaran. Padahal yang terjadi, pengurus Persipa tidak pernah mengajukan proposal. Kalau begitu, bagaimana bisa kami memberi anggaran kepada Persipa,” ungkap Joni yang juga pernah menahkodai Persipa.

Joni mencontohkan, apa yang telah dilakukan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Pati,  mereka selalu mendapat kucuran anggaran.  Sebab komunikasi yang dijalin selama ini, sangat baik dan lancar.

Selain itu, imbuh Joni, laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran yang telah digunakan oleh Askab PSSI selalu tepat waktu. Karena itu, kinerja Askab PSSI seharusnya bisa jadi contoh bagi pengurus Persipa.

“Seharusnya seperti itu, sehingga DPRD dan pemkab bisa mengucurkan anggaran secara rutin. Kan tak mungkin tiba-tiba dianggarkan dana sekian juta cair tanpa ada komunikasi yang jelas,  tanpa ada proposal dan semacamnya,” papar Joni.

Untuk itu, Joni berharap pengurus Persipa yang ada harus terus menjalin komunikasi. Dengan harapan, pihak DPRD dan Pemkab Pati paham terkait kebutuhan anggaran Persipa.

“Kasian para pendukung Persipa. Ini aset Kabupaten Pati dan jangan sampai ditelantarkan. Masa pengurusan yang tersisa ini harusnya dapat dimanfaatkan betul,” pungkasnya.(mel/rif)