Ini Penampakan Mbak Pemandu Karaoke yang Membuang Bayinya di Tambra Semarang 

PEMANDU KARAOKE: Tersangka SN (25), pemandu karaoke yang tega membuang bayinya sendiri,  dihadirkan pada giat ungkap kasus di loby Unit PPA Mapolrestabes Semarang. FOTO : DWI SAMBODO/JATENG POS

JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG – Polrestabes Semarang berhasil mengungkap kasus tindak pidana penelantaran anak (pembuangan bayi) yang terjadi pada Senin (6/5) lalu, di sebuah rumah laundri Kuningan Semarang Utara.

Dari hasil ungkap kasus tersebut, telah ditetapkan tersangkanya  seorang perempuan berinisial SN (25) yang tak lain adalah ibu kandung bayi malang tersebut. Wanita ini profesinya pemandu karaoke.

Tersangka SN diamankan oleh petugas Polsek Semarang Utara di kamar kosnya tak jauh dari lokasi kejadian pada Rabu (22/5) lalu, sekira pukul 14.00 WIB.

Dihadapan polisi dan awak median, tersangka mengaku nekat menelantarkan anaknya karena bayi tersebut hasil hubungan gelapnya dengan seseorang dan takut ketahuan keluarganya.

“Saya setelah melahirkan secara normal di kamar kos, kemudian menuju ke lokasi rumah laundri, lalu  bayi saya letakkan di rumah tersebut. Saya sengaja menaruh bayi di rumah itu karena sudah mengenal pemiliknya (mba Fitri),” katanya, pada giat ungkap kasus, di Lobi Unit PPA Mapolrestabes Semarang, Rabu (29/5).

Lebih lanjut dikatakan SN, dia berharap bayinya berjenis kelamin laki-laki itu akan dirawat dengan baik oleh Fitri.

“Saya juga sudah menyiapkan keperluan bayi yakni pakaian dan susu formula serta menuliskan secarik kertas agar bayi saya bisa mendapatkan perawatan yang baik,” tandasnya.

Tersangka juga mengakui jika bayi itu adalah hasil hubungan gelap dengan pria lain. Padahal, ia sudah berstatus menikah.

Saat ini tersangka juga masih menunggu lelaki selingkuhanta (ayah dari bayi) tersebut, untuk menemuinya. Pria tersebut  juga berstatus telah menikah.

Wakasatreskrim Polrestabes Semarang, Kompol Aris Munandar menegaskan, atas perbuatannya, pelaku adalah seorang pemandu karaoke. Dia dijerat dengan Pasal 76 B jo Pasal 77 Undang-Undang No.35 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. SN kini terancam hukuman 15 tahun penjara.

Pada kasus tersebut, juga sedang dalam pendalaman, karena tersangka SN berkenan untuk merawat anaknya.

“Saat ini, petugas juga masih melakukan pencarian terkait laki – laki yang menjadi ayah dari bayi itu,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan kepolisian, tersangka mengakui jika bayi itu adalah hasil hubungan di luar nikah. Karena takut ketahuan oleh keluarganya

“Bayi saat ini kami rawat dan di titipkan di rumah sakit dalam perawatan untuk menjaga bayi itu, dan dari orang tua atau pelaku berniat untuk merawat sendiri dan tidak akan menyerahkan ke pihak lain,” tutup Kompol Aris Munandar. (ucl/jan)