Ini Sanksi OPD Klaten yang tak Becus Bekerja 

Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

JATENGPOS.CO.ID, KLATEN – Mulai tahun depan, kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bakal dievaluasi tiap tiga bulan sekali. Evaluasi ini dilakukan untuk memaksimalkan kinerja OPD baik dalam program dan kegiatan.

“Evaluasi tersebut sekaligus untuk mengontrol realisasi penggunaan anggaran sesuai dengan perencanaan awal. Sehingga tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaan dan pelaporannya,” kata Sekda Klaten, Jaka Sawaldi.

Jaka menambahkan, hasil kerja OPD selama tiga bulan menjadi pertimbangan pemkab untuk mengambil tindakan bagi OPD yang bersangkutan. Sebab dalam kinerjanya, OPD telah berkomitmen kepada kepala daerah yang tertuang dalam pakta integritas.

“Kalau triwulan pertama serapan anggaran masih minim, akan diberi kesempatan pada triwulan kedua. Namun bila triwulan kedua tetap belum mampu, berarti ada yang tidak berkompeten,” papar Jaka.

Hal senada juga diungkapkan oleh Bupati Klaten, Sri Mulyani yang mengaku tidak segan melakukan mutasi jika OPD dianggap tidak pecus melaksanakan program dan kegiatan dalam satu tahun anggaran.

“OPD sudah berjanji dengan saya dan punya target. Apabila janji target setahun anggaran tidak terpenuhi, maka akan dijadikan bahan evaluasi. Kalau tidak mampu berarti kan tidak bisa, ya harus siap diganti,” tegas Sri Mulyani.(aya/saf/muz)