Inilah Panti Unik, Pengasuh Bayi Diluar Nikah

    Dari Jateng Pos Berbagi & Komunitas Sedekah

    3414
    PANTI UNIK: Rois Bawoni Hadi dan beberapa balita asuhan Panti Manarul Mabrur yang dititipkan ibunya akibat hamil diluar nikah. Foto:jan/jatengpos.co.id

    JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Jika hatimu keras dan sulit bersyukur, coba datanglah ke sini. Melihat adik-adik kita yang “dititipkan” ibunya karna hamil diluar nikah. Ada 8 bocah yang masih balita. Sejak lahir mereka tidak pernah lagi melihat ibunya.

    Itulah panti asuhan Manarul Mabrur, di Jln Shirotol Mustaqim No 1, kampung Pudak Payung, Kel Pudak Payung, Kec. Banyumanik, Kota Semarang.

    Panti ini secara khusus memang mengasuh anak – anak yang ditinggal ibunya. Sang ibu umumnya datang ke panti dalam keadaan mau melahirkan tanpa suami.  Oleh pengasuh panti dibantu proses persalinan ke rumah sakit. Setelah melahirkan dan dalam keadaan sehat, sang ibu pamit pergi meninggalkan bayinya.

    “Di sini ada 8 anak yang masih balita. Paling kecil masih usia 8 bulan sedang kami tidurkan, lalu 1 tahun, 2 tahun dan 4 tahun,” ujar Rois Bawono Hadi, pengasuh panti.

    Total ada 27 anak asuh yang tinggal di panti, dengan pengelola ada 33 orang. Selain usia balita ada yang sekolah TK, SD, SMP, dan kuliah. Semua disekolahkan oleh panti tanpa meminta bantuan pihak manapun.

    “Kami dari awal memang mandiri dan berusaha tidak mengedarkan proposal apa lagi minta minta. Tapi alhamdulilah selalu saja ada dermawan yang datang memberi ya tetap kita terima,”tambah Rois.

    Sebagai orang tua dari anak – anak yang tidak ada ibunya, apa yang dikerjakan Rois dan istri adalah amal mulia. Bayangkan. Mereka harus mengurus anak anak sejak bayi merah hingga lulus sekolah dan bekerja. Rois memberlakukanya seperti anak-anaknya sendiri. Dari pagi hingga pagi lagi memandikan, menyuapi, memberikan susu, mengasuh, menggendong, hingga menidurkan.

    “Ya tahu sendirilah bagaimana bayi kalau malam, ada yang nangis minta dikelonin, lainya minta disusuin, kadang ya ada yang badanya panas. Semua harus kita urus seperti orang tua sendiri,” imbuhnya.

    Bocah-bocah tersebut ditidurkan di bilik-bilik kamar panti. Selain dia urus dengan istri, dibantu beberapa orang dan tiga anaknya Rois sendiri. Anak dan istrinya membantu momong, pembantu lain mencuci baju dan kebersihan.

    Menurut Rois, banyak suka dan duka mengasuh dan membesarkan anaknya orang. Sukanya menjadikan hati lembut dan selalu bersyukur. Dukanya ya ada saja yang sedikit nakal sebagai anak anak. Terkadang juga harus prihatin saat perbekalan panti mulai menipis.

    “Kalau soal makan minum kami biasa prihatin. Tapi yang kadang sedih itu memikirkan ibu-ibu mereka yang sama sekali tidak menengok anaknya sejak lahir,” ucapnya.

    Padahal saat datang ke panti, mereka menangis meminta-minta untuk dibantu mengurus bayinya. Bahkan dalam keadaan tidak punya biaya dan ditinggal pacarnya. “Mereka datang sudah dalam keadaan hamil besar bahkan mau melahirkan. Mereka tercampakkan laki laki yang menghamilinya tapi tidak bertanggung jawab,”ujarnya.

    Ada yang datang hamil masih usia SMA, mahasiswi, dan wanita muda lainya. Semua hamil yang tidak diinginkan selama pacaran atau hubungan gelap. Selama hamil masih bisa menutup- nutupi. Tetapi ketika melahirkan harus ada yang menolong.

    “Mau bilang orang tua malu, sementara pacarnya tidak tanggung jawab. Setelah melihat-lihat internet, mungkin mereka tahu panti sini bisa menerima, makanya pada ke sini,”kisah Rois.

    Para wanita hamil itu ada yang datang dari Medan, Bengkulu, Jakarta, kota Semarang dan lainya. Tidak heran jika anak anak yang diasuh tersebut wajah dan kulitnya berbeda-beda. Sifatnyapun berbeda pula. Ada yang menurut ada yang usil.

    “Tapi ayah dan ibunya tetap saja satu, yaitu saya dan istri saya. Kalau ditanyapun anak anak itu jawabnya begitu. Karena sejak lahir tahunya yang ngurus ya saya,”imbuh Rois.

    Ibarat mau enaknya tidak mau susahnya. Itulah orang tua dari anak anak ini. Dari sekian banyak yang menitipkan bayinya, hanya yang dari Ketileng Semarang yang sempat tinga kali menengok. Lainya sama sekali tidak lagi balik ke panti setelah persalinan.

    Anak anak itu mereka urus dan besarkan. Saat ini bahkan ada yang sudah lulus kuliah dan bekerja. Ada yang masih sekolah TK. Ada yang SD, SMP dan SMA. Kalau pagi hari dia dan istrinya bergantian mengantar sekolah.

    “Ya menyiapkan sarapanya, sangunya, sampai mengantar dan jemputnya. Itu amanah dari Alloh, saya berusaha menjalankan semampu saya,”kata Rois.

    JATENG POS BERBAGI

    Itulah potret panti Manarul Mabrur yang tergambar dari kunjungan Jateng Pos dan komunitas sedekah pada kegiatan bantuan sedekah Jumat (24/4/2020) pagi lalu.

    Bantuan diberikan dalam bentuk sembako. Sebanyak beras 7 karung @25 kg, minyak goreng 3 karton,  Indomie 6 karton, telor 4 krat (40 kg), 40 sandal jepit santri, dan 10 mushaf Al Quran. Senilai Rp 3.450.000. Dari donasi Jateng Pos dan para dermawan lainya senilai Rp 1.700.000 dan Komunitas Sedekah Jumat Pagi (KSJP) senilai Rp 1.750.000.

    Sembako dibagikan kepada 3 Panti  dan 1 Ponpes: 1. Panti Manarul Mabrur (2 karung beras, 1 krat telor, 1 karton minyak, 2 dus indomie, 10 Alquran, dan sandal santri). 2. Panti Al Fisalam (2 karung beras, 1 karton telor, 1 karton minyak, 2 dus mie).3. Panti Ahsanu Amala (1 karung beras, 15 kg beras, 1 karton minyak, 2 dua mie, 1 krat telor). 4. Ponpes Alfitroh GP (2 karung beras, 1 krat telor, 1 karton minyak, 2 dus indomie).

    Ini adalah yang ke-3 bagi Jateng Pos dan KSJP selama musim pandemi corona berbagi sembako. Jumat pagi sebalumnya membagikan kepada 30 ustad, janda, dan 3 panti asuhan tahfidz Al Quran. Sebelum pandemi, komunitas sedekah ini sudah 2 tahun lebih membagikan nasi bungkus kepada dhuafa di jalan-jalan setiap Jumat pagi.

    Aksi sosial ini akan terus berlanjut. Bagi masyarakat yang berlebih bisa membantu kegiatan ini dengan berdonasi melalui Rekening BRI: 100601002001538 a/n Yety Tri Susanti, Bank Muamalat : 3200015535 a/n. Ponco Waluyo. Info lebih lanjut hubungi Call/WA : 0818712281 (Ponco Waluyo).

    Program ini sudah berjalan 2 tahun lebih menjangkau 6 kota di Indonesia. Diantaranya Jakarta, Semarang, Bekasi, Bandung, Surabaya, Jember, dan Bengkulu.

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614).

    “Bersegeralah bersedekah, karena bala bencana tidak bisa mendahului sedekah.”( HR. Imam Baehaqi). (jan)