Inquiri, Tingkatkan Belajar Sejarah

2
Kris Setyaningsih, S.S

Sejarah Indonesia merupakan mata pelajaran yang mengkaji kehidupan manusia dalam ruang dan waktu  dalam berbagai zaman. Dalam struktur pendidikan Kurikulum 2006 (Kurikulum 2013) sejarah Indonesia termasuk dalam struktuk Muatan Nasional. Mata pelajaran  Sejarah Indonesia dinilai merupakan mata pelajaran penting dan strategis untuk mewujudkan generasi penerus yang berwawasan kebangsaan dan global sesuai amanat Undang-Undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003. Masa Pandemi Covid  19 di Indonesia telah  memasuki tahun ke dua dari masa pandemi awal. Aktivitas peserta didik yang seharusnya tatap muka diganti dengan pembelajaran secara virtual. Untuk itu mata pelajaran Sejarah Indonesia harus dikemas dengan menarik agar peserta didik tidak merasa boring atau bosan. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan yaitu inkuiri (Inquiri).

Inkuiri (Inquiri)  merupakan pendekatan pembelajaran induktif yang memberikan kesempatan bagi peserta didik agar termotivasi mencari pengetahuan, mengumpulkan, menganalisis, dan mengevaluasi apa yang telah dipelajarinya (Murdoch, 2015). Dalam metode pembelajaran ini peserta didik akan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama yaitu Tuning In. Tuning In adalah tahapan dimana peserta didik akan bertanya dan mengidentifikasi masalah serta melakukan pengamatan. Tahap ini juga dikenal sebagai penghubung pengetahuan yang dimiliki dengan pengetahuan baru yang hendak dipelajari (prior knowledge) dan persiapan untuk mencari tahu (find out) dengan menyusun pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahui.

Tahap selanjutnya adalah Finding Out. Finding Out adalah tahapan dimana peserta didik akan mengumpulkan informasi. Dalam tahap ini pengalaman belajar dibagi menjadi dua yaitu pengalaman belajar secara langsung (direct experiences) dan berbagi pengalaman (shared experience). Kemudian tahap selanjutnya yaitu Sorting Out. Pada tahap ini peserta didik akan mengelola informasi yang telah didapatkannya. Tahap ini juga dikenal sebagai proses memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh. Selanjutnya peserta didik akan memasuki tahap Going Further. Pada tahap ini peserta didik akan merencanakan dan mengembangkan ide. Tahap ini dikenal sebagai perluasan proses belajar atau melakukan tindak lanjut.

Tahap selanjutnya adalah Reflection (refleksi diri). Pada tahap ini, peserta didik akan memikirkan kembali topik atau materi yang telah dipelajari. Kemudian peserta didik akan membuat koneksi dan mampu mengasosaikan materi yang telah dipelajari sesuai konteks diri maupun lingkungannya. Lalu yang terakhir peserta didik akan menarik kesimpulan. Tahapan terakhir yaitu Taking Action (melaksanakan aksi). Pada tahap ini peserta didik menyusun laporan tugas dan menyampaikan solusi atau rekomendasi terhadap suatu masalah.

Disini keterlibatan peserta didik sangat diperlukan dimana mereka dapat  belajar dengan aktif dan sebagai pusat pembelajaran (student centre-learning). Guru hanya berperan sebagai fasilitator dan pembimbing, maka pendekatan inkuiri ini menjadi penting untuk dilakukan karena dapat merespon berbagai dinamika global di era abad 21. Dalam pendekatan inkuiri peserta didik berpeluang untuk membangun banyak pemahaman tentang dunia baik yang natural maupun hal yang telah diubah oleh manusia, karena  pendekatan inkuiri memfokuskan pada “perlu atau ingin tahu”. Sehingga peserta didik dapat mencari resolusi yang sesuai atau tepat untuk pertanyaan dan masalah. Dengan pendekatan inkuiri dibantu dengan media digital yang berkembang abad 21 ini sangat memungkinkan peserta didik untuk menemukan dan menyelesaikan permasalahan dalam pembelajaran.

 

Oleh: Kris Setyaningsih, S.S

SMK Kasatriyan Surakarta