Instalasi Air Bersih Gogodalem Pasok Kebutuhan Ribuan Warga

PENYERAHAN: Serah terima operasional pengelolaan kepada direktur Bumdesma "Tirta Merta Mulya", Muh Yaoni di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Selasa (19/12/2023) sore. FOTO:MUIZ/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN– Ribuan warga di lima desa langganan kelangkaan air bersih di Kecamatan Bringin “nyicil ayem”. Betapa tidak, instalasi air bersih senilai Rp18 miliar di Desa Gogodalem telah selesai dibangun.

Dengan kapasitas debit air sebesar 20 liter per detik, setidaknya lima ribu kepala keluarga atau 20 ribu jiwa dapat menikmati air bersih melimpah.

Serah terima operasional pengelolaan dilakukan oleh Kepala SNVT Air Tanah dan Air Baku Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Cecep Muhtaj Munajat kepada direktur Bumdesma “Tirta Merta Mulya”, Muh Yaoni sebagai pengelola dilaksanakan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Selasa (19/12/2023) sore.

Bupati Semarang H Ngesti Nugraha yang menyaksikan serah terima berharap pihak pengelola untuk segera melaksanakan penyaluran air bersih lewat sambungan rumah (SR).

“Manfaatkan dana desa untuk memasang sambungan terutama untuk warga Dusun Ngropoh, Gogodalem di tahun 2024,” pinta Bupati.

Selain Gogodalem, desa tetangga yang juga dapat dijangkau pelayanan adalah Kalikurmo, Tempuran, Wiru dan Nyemoh.

Para Kades dan direktur Bumdesma diperintah Bupati untuk berkoordinasi agar pelayanan air bersih berjalan lancar. Terpenting, menarik minat warga menjadi pelanggan untuk mendukung biaya operasional instalasi air bersih itu.

Sementara itu Cecep Muhtaj Munajat menjelaskan pihaknya telah menyelesaikan pembangunan 10 km jaringan pipa dari Intake Kalitanggi ke empat reservoir di Kropoh dan instalasinya sejak setahun lalu.

“Kami siap membantu Bumdesma jika ada kerusakan di instalasi karena sudah setahun lalu rampung dikerjakan,” ujarnya.

Direktur Bumdesma “Tirta Merta Mulya”, Muh Yaoni menyatakan siap melayani warga yang akan menjadi pelanggan air bersih dari instalasi Gogodalem. Pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan sudah ada 200 KK di Dusun Ngropoh yang siap jadi pelanggan.

“Diupayakan pada awal tahun 2024, kebutuhan air bersih warga Ngropoh dapat tercukupi. Jadi tidak lagi bengak bengok ke BPBD,” katanya berseloroh. (muz)