Iqro Drill Atasi Kesulitan Baca Huruf Hiragana

Abdul Hadi Haqqi, S.Pd.

Selama pandemi Covid 19, kegiatan pembelajaran tetap berlangung melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Ternyata selama kegiatan PJJ target pembelajaran mata pelajaran Bahasa Jepang belum  maksimal, utamanya pada pembelajaran aksara Jepang hiragana.

Setelah kondisi berangsur pulih dan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100% diperbolehkan, maka didapatkan data bahwa hampir sebagian besar peserta didik kelas XII MIPA SMAN 1 Tegal belum sepenuhnya menguasai huruf hiragana. Hiragana merupakan salah satu dari tiga sistem penulisan bahasa Jepang yang paling sering digunakan. Sistem penulisan ini terdiri dari 46 karakter yang meliputi huruf vokal dan konsonan yang memiliki beberapa variasi suara. Belajar huruf Hiragana dapat menjadi sangat menantang bagi peserta didik karena sulitnya dalam mengingat setiap karakter dari 46 huruf Hiragana. Atas dasar hal tersebut dibutuhkan suatu metode untuk mengatasi kesulitan yang di alami oleh peserta didik.

Metode yang digunakan adalah dengan mengadopsi metode Iqro yang biasa digunakan pada pembelajaran huruf hijaiyah di Taman Pendidikan Qur’an dikombinasikan dengan Metode Drill berupa latihan berulang. Sri Wijayanti (2006) menyatakan bahwa pengertian metode iqro’ adalah suatu metode atau cara cepat belajar membaca Al Qur’an yang disusun secara sistematis dimulai dari bacaan yang sederhana kemudian meningkat setahap demi setahap sehingga terasa lebih ringan bagi yang mempelajarinya. Sudjana (2011) menyatakan bahwa pembelajaran drill adalah satu kegiatan melakukan hal yang sama, berulang-ulang secara sungguh-sungguh dengan tujuan untuk menyempurnakan suatu ketrampilan agar menjadi permanen. Ciri yang khas dari metode ini adalah kegiatan berupa pengulangan yang berkali-kali dari suatu hal yang sama.

Metode Iqro Drill huruf Hiragana memungkinkan peserta didik untuk berlatih membaca secara berurutan dan berulang dimulai dari urutan awal huruf hiragana A-I  (あ-い), A-I-U (あ-い-う), A-I-U-E (あ-い-う-え), A-I-U-E-O (あ-い-う-え-お) dan seterusnya hingga huruf hiragana terakhir N (ん). Pada tiap Lembar Bacaan Iqro Hiragana terdiri atas bagian awal, bagian pertengahan dan bagian akhir. Bagian awal berfungsi untuk mengenalkan huruf Hiragana baru yang akan dibaca, bagian pertengahan berfungsi sebagai latihan baca kosakata dan bagian akhir berfungsi sebagai pengingat huruf Hiragana yang sudah dipelajarai sejauh ini. Tahapan yang dilakukan selama kegiatan Iqro Drill terbagi menjadi 3 bagian.

Pertama, kegiatan membaca kosakata huruf hiragana pada Lembar Bacaan secara klasikal dengan dicontohkan oleh guru dan diikuti oleh seluruh peserta didik di dalam kelas. Kedua, kegiatan membaca kosakata huruf hiragana pada Lembar Bacaan secara bersama di setiap barisan duduk peserta didik. Ketiga, kegiatan membaca kosakata huruf hiragana pada Lembar Bacaan secara individual oleh peserta didik. Berdasarkan pendapat Syaiful Sagala (2006:217), keunggulan metode drill terletak kecepatan penguasaan materi sebagai dampak latihan yang diulang-ulang. Hasil dari penggunaan metode Iqro Drill Hiragana ini cukup baik, karena ada kemajuan pada peserta didik dari awalnya yang tidak bisa membaca huruf hiragana sama sekali meningkat menjadi bisa membaca kosakata, kalimat atau teks yang tersaji dalam huruf hiragana.

 

Abdul Hadi Haqqi, S.Pd.

Guru Bahasa dan Sastra Jepang

SMA Negeri 1 Tegal