Beranda Ekonomi Jateng Butuh Infrastruktur Gas

Jateng Butuh Infrastruktur Gas

20
Petugas sedang melakukan pengecekan pipa gas PGN di kawasan Semarang Utara, Jawa Tengah. Pembangunan jaringan pipa gas transmisi 28 inci sepanjang 268 kilometer ini ditargetkan segera terealisasi.
Petugas sedang melakukan pengecekan pipa gas PGN di kawasan Semarang Utara, Jawa Tengah. Pembangunan jaringan pipa gas transmisi 28 inci sepanjang 268 kilometer ini ditargetkan segera terealisasi.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Kota Semarang dipilih PGN sebagai pusat operasional pada tahun 2014 lalu. Sebelumnya sempat terhenti beroperasi pada tahun 2000-an sebagai pelaksanaan peran pengelola gas bumi domestik. Terobosan pembangunan infrastruktur gas bumi yang dilakukan PGN untuk Kota Semarang adalah melalui pembangunan infrastruktur CNG sebagai solusi sementara sebelum infrastruktur pipa gas bumi terbangun untuk menghubungkan Jawa Timur sebagai titik pasok dengan JawaTengah sebagai titik pasar.

Layanan gas bumi melalui CNG diawali di kawasan Industri Tambak Aji dan terus melakukan pengembangan di kawasan Industri Wijaya Kusuma. Pada tahun 2016, PGN juga menerima penugasan pengoperasian Jargas APBN di Kota Semarang dan Blora.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama menjelaskan untuk rata-rata hari biasa, gas bumi yang dipasok PGN untuk sektor industri dan rumah tangga di Semarang, dikonsumsi sekitar 220.000-250.000 meter kubik per bulan.

Sedangkan pemakaian rata-rata gas bumi untuk sektor rumah tangga di tahun 2019 sebesar 22.000 meter kubik per bulan, yang mengalami kenaikan 37 persen dibandingkan dengan tahun 2018.

“Pasokan gas bumi dalam bentuk CNG yang tersedia di Stasiun Penurun Tekanan (Pressure Reducing Station/ PRS) Tambak Aji angkanya memang berada di atas angka konsumsi gas bumi rumah tangga, bahkan kenaikan konsumsi gas bumi masih dalam cakupan volume gas bumi yang tersedia di PRS Tambak Aji,” tutur Rachmat.

Rachmat menjelaskan, setelah menyelesaikan proyek tersebut, PGN akan membangun pipa distribusi jalur Semarang-KendalUngaran sepanjang 96 kilometer. Jaringan pipa gas ini akan menjamin wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya mendapatkan pasokan gas secara berkelanjutan.

Ke depannya, koneksi infrastruktur gas bumi Trans Jawa diharapkan akan tersambung sampai Jawa Barat dan Sumatera sehingga akan meningkatkan keandalan pasokan serta perluasan pasar gas bumi untuk utilisasi gas bumi domestik.

“Pembangunan berbagai infrastruktur gas itu menjadi prioritas utama PGN, mengingat semakin besarnya kebutuhan energi yang lebih efi sien di berbagai wilayah di Indonesia, terutama untuk daerahdaerah yang selama ini belum terjamah gas bumi dan memiliki potensi ekonomi yang sangat baik untuk pengembangan sektor kelistrikan, industri, transportasi, dan rumah tangga,” jelasnya. (prast/biz/sgt)