28 C
Semarang
Sabtu, 31 Januari 2026

Ribuan Umat Buddha Hadiri Dharmasanti Waisak di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang

UNGARAN. JATENGPOS.CO.ID- Sebanyak 1.800 umat Buddha se-Kabupaten Semarang mengikuti Dharmasanti Waisak 2567 Be/ 2023 di pendapa rumah dinas (rumdin) Bupati Semarang. Kegiata terasa istimewa karena diadakan pertama kali di Rumdin Bupati Semarang.

Lebih istimewa lagi, kegiatan dihadiri tiga Bhante dari Thailand, satu Bhante dari Singapura, satu Bikkhu dan dua Samanera dari Vihara Mendut Magelang. Selain itu, hadir pula Bupati Semarang H Ngesti Nugraha dan putri (alm) Tjahjo Kumolo, Rahajeng Widyaswari, serta pejabat Forkompinda Kabupaten Semarang.

Ketua panitia acara, Romo Pujianto mengatakan, 1.800 umat Buddha berasal dari 10 kecamatan yakni, Kaliwungu, Suruh, Susukan, Tengaran, Pabelan, Bringin, Tuntang, Getasan, Jambu, dan Sumowono.

“Dharmasanti itu seperti halalbihalal. Acaranya ya saling bertemu, silaturahmi, dan tak ada ritual. Karena ritual Waisak sudah dilakukan sebulan lalu. Kali ini, ada tari gambyong, tari anak-anak, tari topeng ireng Dharmapala Getasan, barongsai Vihara Gunung Kalong, dan gamelan dari Sanggar Metta Tuntang,” kata Romo Pujianto, akhir pekan kemarin.

Romo Puji yang juga Ketua Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBMI) Jateng mengatakan, baru kali pertama umat Buddha mengadakan dharmasanti di pendapa rumah dinas bupati dan dihadiri Bupati Semarang Ngesti Nugraha yang menerima kedatangan umat dengan gembira.

Baca juga:  Ribuan Warga Dukung Anies Baswedan untuk Gerakan Perubahan

“Kami kedepankan rasa seduluran dan gotong-royong. Kami bersyukur, para tokoh lintas agama bisa hadir, serta Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Semarang Pak Sinwani dan jajaran pengurus juga hadir,” ucapnya.

Sebelum acara, ada pengambilan mata air dari 10 kecamatan yang dipercikkan ke seluruh peserta. “Biasanya ada lilin pancawarna. Tapi kali ini kami gunakan warna merah semua dengan arti cinta kasih dan kasih sayang,” tuturnya.

Bhikkhu Medhacitto dari Vihara Mendut Magelang menjelaskan, Dharmasanti Waisak diadakan oleh seluruh umat Buddha untuk merayakan hari raya Trisuci Waisak.

“Tujuannya selain merayakan Trisuci Waisak, acara ini juga untuk memperkuat persatuan umat Buddha dalam membangun kerukunan,” ucapnya.

Dikatakan, beberapa pentas seni dan pertunjukan yang ditampilkan memiliki nilai-nilai positif, selain untuk menyampaikan nilai ajaran Buddha, juga menjaga tradisi dan budaya setempat.

Baca juga:  Ribuan Bangkai Ayam Dibuang di Sungai, Polisi Buru Pelakunya

“Saya hadir sebagai tamu undangan,” kata dosen Sekolah Tinggi Agama Buddha Syailendra Semarang tersebut.

Bhante Netthapol dari Thailand sangat mengapresiasi acara tersebut. “Ini bagus untuk umat Buddha bersatu. Harmoni. Belajar darma Sang Buddha dipakai sehari-hari untuk hidup bahagia. Ajaran Sang Buddha untuk umat bebas dari penderitaan,” tuturnya yang memimpin doa.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha dalam kesempatan itu berharap agar seluruh umat diberi kedamaian dan kebahagiaan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Mari hidup sehat walau Covid-19 sudah usai. Saya sangat mengapresiasi pertunjukan seni dari muda-mudi Buddhis, generasi milenial yang melestarikan budaya,” ucapnya.

Bupati juga menyampaikan pesan agar anak-anak muda menjauhi narkoba. Agar menjadikan generasi unggul dengan hidup sehat tanpa narkoba.

Pada kesempatan itu, juga hadir sejumlah pejabat Pemkab Semarang, Ketua KNPI Kabupaten Semarang Bagus Suryokusumo, Pebimas Agama Buddha Kemenag Jateng, Kargono, Walupi Jateng, Polres Semarang, Kodim Salatiga, dan para tamu undangan. (muz)



TERKINI

Rekomendasi

...