Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat melepas mudik gratis warga Jateng dari Jakarta. Foto:ist/JATENGPOS
JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melepas 289 bus yang mengangkut sedikitnya 14.000 pemudik dari Jabodetabek ke 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Pelepasan dilakukan di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu, 26 Maret 2025.
“Jadi hampir 311 bus kita berangkatkan hari ini. Besok kita juga akan berangkatkan delapan gerbong kereta, sehingga totalnya kalau bus saja hampir 14 ribu untuk masyarakat kita yang mudik. Dari Bandung juga ada nanti (22 bus),” kata Ahmad Luthfi di lokasi.
Mudik Gratis ini merupakan kerja sama antar Pemprov Jateeng, 35 Kabupaten/Kota, Bank Jateng, serta pihak swasta untuk bahu-membahu membantu masyarakat yang akan mudik ke kampung halaman. Rata-rata masyarakat Jawa Tengah yang berada di Jabodetabek bekerja di sektor informal seperti padagang kaki lima, buruh, asisten rumah tangga, dan sebagainya.
“Mereka kita gratiskan. Dengan mudik gratis itu harapannya sangune (uang sakunya) utuh. Nanti bisa bangun desa,” ujarnya.
Ia berpesan kepada seluruh masyarakat yang ikut mudik bilamana di Jakarta belum mendapatkan pekerjaan yang belum tetap bisa menetap atau kembali ke desanya masing-masing. Bila perlu tidak usah mengajak sanak saudara ikut ke Jakarta. Seluruh kepala daerah sudah bertanggung jawab untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat di wilayahya, terutama yang hari ini mudik.
“Kalau sudah ada pekerjaan tetap tidak apa-apa, tetapi kalau belum ada pekerjaan cukup kita membangun desanya masing-masing bersama Bupati, Wali Kota, dan sama kita (Pemprov Jateng),” katanya.
Melihat antusiasme masyarakat yang tinggi untuk mengikuti mudik gratis maka Ahmad Luthfi berencana memperluas jangkauan. Hal ini akan dibahas lagi dengan paguyuban masyarakat Jawa Tengah di Jabodetabek. Namun ia tetap mengusahakan agar tidak banyak masyarakat Jawa Tengah yang kembali ke Jakarta setelah lebaran.
“Kalau perlu semakin banyak kita melakukan kegiatan untuk masyarakat yang pekerja informal itu semakin bagus, sehingga beban Jakarta tidak terlalu berat. Kedua, kalau toh itu sudah menjadi jaminan mereka bisa kerja di sini bagus. Untuk meningkatkan PAD juga di wilayah kita,” jelasnya.
Adapun selain menyiapkan armada untuk mudik, Pemprov Jateng juga sudah menyiapkan armada untuk balik. Jumlah armada sama dengan saat mudik. Pemberangkatan akan dipusatkan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, dan beberapa titik lainnya. Termasuk kereta api untum mengangkut pemudik yang balik ke Jabodetabek.
“Terakhir, selamat untuk teman-teman yang mudik. Kalian semua adalah pahlawan devisa untuk kampungnya masing-masing. Selamat bersilaturahmi dengan keluarga masing-masing dengan gembira dan tidak melanggar hukum,” tutup Mantan Kapolda Jateng itu. (*/jan)