32.6 C
Semarang
Minggu, 5 April 2026

Merespon Keluhan Pedagang, Fraksi PDIP Nasdem Tolak Relokasi Pasar Pagi




JATENGPOS.CO.ID,  SALATIGA – Pedagang Pasar Pagi merasa resah terkait rencana Wali Kota Salatiga untuk merelokasi Pasar Pagi ke Pasar Rejosari ( Pasar Sapi). Untuk itu mereka mengadu ke  Fraksi PDIP Nasdem DPRD Salatiga.

 Fraksi pun meresponnnya dengan cepat dengan mengambil keputusan tegas menolak pemindahan pasar tersebut.

” Fraksi PDI Perjuangan sebagai perwakilan rakyat di DPRD Kota turut prihatin dengan rencana relokasi tersebut.  Terlepas dari keinginan pemerintah melalui Walikota untuk merevitalisasi Pasar Pagi untuk rencana pembangunan pasar modern, Mall atau lainnya, kami Fraksi PDI Perjuangan sebagai partainya wong cilik merasa terpanggil untuk ikut mengambil peran dalam pendampingan kepada masyarakat pedagang pagi yang saat ini merasa resah dengan adanya wacana pemindahan pasar pagi tersebut,” tandas Ketua Fraksi PDIP Perjuangan Nasdem Alexander Joko Sulistiyo Budi Yuwono, S.E., Senin ( 5/5/2025).

Sebagai tindaklanjut,  Fraksi PDI Perjuangan telah melakukan pertemuan dengan pengurus dan para pedagang pasar.”  Fraksi PDI Perjuangan Nasdem  secara tegas menolak wacana pemindahan pasar pagi. Fraksi PDI Perjuangan Nasdem berpendapat bahwa wacana pemindahan pasar pagi terkesan sangat terburu-buru dan belum didasari dengan kajian yang mendalam. Seharusnya negara hadir untuk mensejahterakan dan menentramkan masyarakatnya bukan meresahkan,” imbuhnya.


Baca juga:  300 Nakes di Jepara Positif Terpapar Corona!

Dikatakan Bung Alex, mestinya sebelum diwacanakan relokasi tersebut, sudah dilakukan kajian secara menyeluruh terhadap kondisi yang ada di pasar pagi dengan melibatkan seluruh stakeholders yang ada sehingga masyarakat ikut berperan dalam prosesnya.

Dalam pertemuan dengan pedagang saat pertemuan rutin paguyuban pedagang Pasar Pagi “Maju  Makmur” lMinggu ( 4/5/2025), Bung Alex juga menyampaikan kepada para pedagang untuk tetap bekerja berjualan seperti biasanya.

” Tidak usah terpengaruh dengan isu dan wacana pemindahan tersebut. Karena rencana pemindahan pasar pagi tersebut belum ada dalam dokumen perencanaan pemerintah daerah. Sehingga rencana kegiatan tersebut tidak sesuai dengan dokumen perencanaan yang sudah ditetapkan,” kata Bung Alex.

Dikatakannya, sebagai anggota DPRD Kota Salatiga, pihaknya akan menggunakan haknya dalam rangka melaksanakan tupoksi pada fungsi pengawasan untuk mengingatkan wali kota. ” Seharusnya pemerintah hadir untuk mengelola, membina dan memfasilitasi kepentingan masayarakat khususnya pedagang Pasar Pagi, bukan masalah membuat resah dan gelisah. Misalnya dengan meningkatkan fasilitas dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk berdagang dan fasilitas-fasilitas lainnya seperti fasilitas MCK, drainase, air bersih dan fasilitas-fasilitas lainnya,” imbuhnya.

Baca juga:  Jateng Punya Aplikasi Ayo Kerjo, Buktikan Serapan Tenaga Kerja Tertinggi Nasional

Bung Alex juga mengingatkan kepada para pedagang Pasar Pagi untuk semakin meningkatkan kedisiplinan dalam mematuhi waktu yang disepakati dan disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan pasar, sehingga tidak ada celah kesalahan pedagang yang akan digunakan sebagai alasan untuk melakukan tindakan atau memindah pedagang pasar pagi.

Hal yang sama juga dikatakan Suniprat mantan anggota DPRD Kota Salatiga yang ditunjuk pedagang untuk menjadi pendamping mengatakan wacana pemindahan pedagang pasar pagi ke pasar Rejosari memang minim sosialisasi dan terkesan mendadak. Pedagang diminta tetap berdagang dan tidak perlu resah terkait wacana pemindahan tersebut.” Sekarang yang perlu dilakukan adalah peningkatan disiplin tepat waktu saat tutup dasaran dan disiplin dalam hal kebersihan,” katanya . (deb)




TERKINI




Rekomendasi

...