Beras Oplosan Ditindak, Pasar Tradisional Kembali Ramai


JATENGPOS.CO.ID DEMAK – Aktivitas pasar tradisional di Kabupaten Demak kembali menunjukkan geliat positif pasca penindakan tegas terhadap praktik peredaran beras oplosan oleh aparat penegak hukum. Para pedagang merasa lebih tenang dan percaya diri dalam berjualan, karena kualitas dan keaslian beras kini lebih terjamin di pasaran.

Penegakan hukum terhadap oknum pelaku pengoplosan beras yang sempat meresahkan masyarakat ini mendapat apresiasi luas dari para pedagang pasar tradisional. Mereka menilai langkah tersebut sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha kecil dan masyarakat.

“Alhamdulillah, sejak ada tindakan tegas dari pihak berwenang, pembeli jadi lebih percaya. Kami sebagai pedagang kecil merasa dilindungi,” ujar Siti Maemunah, pedagang sembako di Pasar Bintoro, Demak.

Baca juga:  Peringati Harganas, Pemprov Jawa Tengah Kuatkan Keluarga dengan Beragam Program

Tidak hanya itu, para pedagang juga menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kinerja Menteri Pertanian Dr. H. Andi Amran Sulaiman yang dinilai sigap dan konsisten dalam menjaga ketahanan pangan serta melindungi sektor pertanian dari praktik curang.

“Kami dukung penuh Pak Menteri. Beliau tegas dan berani melindungi petani dan pedagang. Kami berharap pengawasan terus diperketat agar petani dan pedagang jujur bisa tetap bertahan,” ujar Rizky Sopian, pedagang beras asal Kecamatan Karanganyar.

Kondisi ini membawa harapan baru bagi kebangkitan pasar tradisional di Demak yang sebelumnya sempat tertekan oleh isu beras oplosan dan persaingan harga tidak sehat. Dengan ekosistem perdagangan yang lebih adil, pedagang berharap roda ekonomi rakyat bisa kembali berputar lebih cepat.

Baca juga:  Ditpolairud Polda Jateng Gelar Tabur Bunga dan Transplantasi Terumbu Karang

Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian turut mengapresiasi langkah-langkah strategis dari Kementerian Pertanian dan aparat penegak hukum. Kepala Dinas Perdagangan Demak, Sri Wahyuni, menyebut pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menjaga stabilitas dan kualitas komoditas pangan di pasar.

“Keamanan pangan adalah prioritas kami. Kami ingin masyarakat Demak mendapatkan bahan pokok yang layak konsumsi, dan pedagang bisa berjualan dengan jujur tanpa khawatir adanya praktik curang dari pihak lain,” ujarnya.

Dengan dukungan lintas sektor dan semangat baru dari para pedagang, pasar-pasar tradisional di Demak kini kembali menjadi pusat perputaran ekonomi rakyat yang sehat dan bermartabat. (adi/sgt)


TERKINI

Rekomendasi

...